Bahasa Indonesia dan Hukum

Perkiraan Waktu Membaca: 4 menit
3
(1)

Bahasa merupakan sarana mengkomunikasikan ide atau pemikiran antar individu. Ada berbagai bahasa di dunia ini. Setiap negara pasti menggunakan bahasa yang berbeda sesuai dengan ras dan budayanya. Sebagaimana bahasa Indonesia adalah bahasa Indonesia, demikian pula bahasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia juga memegang peranan penting dalam bidangnya masing-masing, seperti pendidikan, kesehatan, politik atau hukum yang salah satunya adalah bahasa bidang hukum.

Namun, dalam bidang hukum bahasa Indonesia masih jauh dari harapan. Hal ini dikarenakan sejarah hukum Indonesia yang mengadopsi hukum Belanda, yang menggunakan sistem hukum Romawi. Karenanya muncul kosakata yang tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia. Selain itu bahasa asing seperti bahasa Inggris muncul seiring perkembangan zaman. Seperti whistle blower bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya meniup peluit dan dalam hukum tidak ada istilah seperti itu. Sehingga banyak istilah asing yang tidak bisa diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Maka dari itu Bahasa Indonesia di bidang hukum masih harus diperbaiki dan disempurnakan lagi supaya tidak ada perbedaan penafsiran yang menyebabkan terjadinya polemik hukum.

Bahasa hukum adalah bahasa peraturan dan perundang-undangan yang bertujuan untuk menegakkan ketertiban dan keadilan serta membela kepentingan publik dan pribadi masyarakat. Namun, karena bahasa hukum merupakan bagian dari bahasa Indonesia modern, maka penggunaannya harus tetap, terang, monosemantik an memenuhi syarat estetika bahasa Indonesia.

Bahasa hukum Indonesia memiliki karakteristik dalam istilah, komposisi serta gaya bahasa khusus dan kandungan artinya yang khusus. Bahasa hukum yang kita gunakan sekarang masih mengikuti gaya orde lama. Banyak kekurangan dalam semantic kata, bentuk dan komposisi kalimatnya, selain itu masih banyak istilah yang tidak tetap dan kurang jelas.

Mengapa demikian? Karena sarjana hukum di masa lampau tidak mendapatkan pelajaran bahasa hukum yang khusus dan tidak memperhatikan serta mempelajari syarat dan kaidah bahasa Indonesia. Hal ini dikarenakan bahasa hukum yang dipakai saat ini dipengaruhi oleh terjemahan bahasa hukum Belanda. Bukti bahwa istilah asing masih banyak digunakan menandakan bahwa bahasa kita masih minim dalam istilah. Adakalanya saat kita menerjemahkan istilah hukum asing ke bahasa Indonesia menjadi beberapa istilah hukum Indonesia.

Bahasa hukum Indonesia mempunyai karakter dan gaya bahasa yang mencerminkan khas hukum namun harus tetap menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat umum agar tidak muncul penafsiran ganda. Diharapkan pakar hukum benar-benar memahami kaidah bahasa Indonesia sesuai EYD dan mampu membuat undang-undang yang mudah dipahami oleh masyarakat umum. Hal ini diharapkan agar bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar dalam bidang hukum.

Apakah Bahasan ini Menarik?

Klik untuk memberikan penilaian!

Rata - rata penilaian 3 / 5. Penilaian terhitung: 1

Belum ada penilaian! Berikan penilaian anda untuk bahasan ini.

Karena anda telah memberikan nilai...

Jangan lupa bagikan di media sosial!

Mahasiswa di UPN Veteran Jakarta

Leave a Reply