Advokat Perlu Kuasai Teknik Penelusuran Hukum dan Dokumentasi Hukum

Penelusuran dapat dipahami sebagai sarana menemukan sesuatu menggunakan alat oleh individu atau kelompok yang bersifat aktif dan dinamis. Sedangkan dokumentasi berarti sarana pengumpulan hasil penelusuran dalam sebuah dokumen baik berupa gambar maupun tanpa gambar dalam sebuah alat elektronik dan non elektronik.

Penelusuran dapat juga diartikan sebagai penjajakan dan penelaahan terhadap sesuatu secara detail. Maka, penelusuran hukum berarti penjajakan, pencarian, dan penelitian terhadap aturan hukum yang akan diterapkan pada suatu kasus. Objek penelusuran hukum meliputi buku, jurnal, dan peraturan perundang-undangan.

Dokumentasi hukum merupakan aktivitas mengumpulkan, mengolah, dan mengelola data yang dapat dijadikan sebagai alat bukti dalam proses hukum. Dokumentasi bisa berbentuk tertulis maupun tidak tertulis asalkan dapat ditampilkan ketika diperlukan dalam persidangan kasus yang sedang dihadapi, terutama oleh komunitas hukum. Maka, perlu ada penelusuran hukum dan dokumentasi hukum untuk mengemukakan fakta-fakta yang diperlukan dalam proses peradilan. Informasi hukum yang dimaksud di sini mencakup peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta jurnal dan artikel tentang hukum.

Penelusuran dan dokumentasi hukum memerlukan keterampilan dalam mengarahkan pencarian informasi, kemampuan mencari sumber hukum atas suatu permasalahan, kemampuan mengidentifikasi dokumen, dan kemampuan menjamin informasi yang signifikan.

MUST READ  Salah Sangka(an) Penimbun Masker

Tujuan Penelusuran dan Dokumentasi Hukum

Menurut Kent C. Olson, penelusuran dan dokumentasi hukum bertujuan untuk menerapkan aturan hukum untuk fakta tertentu yaitu proses analisis hukum, menentukan ruang lingkup berbagai aturan, dan menentukan bagaimana hubungan antar aturan tersebut. Dalam kegiatannya penelusuran hukum memuat kegiatan mengumpulkan informasi, mengemukakan metode yang digunakan, mengeksplorasi dokumen hukum, menganalisis informasi, hingga menerapkan pada situasi yang baru.

Dokumentasi hukum mengandung informasi yang merujuk pada hukum seperti perubahan hukum, perubahan ajaran atau teori hukum, dan perkembangan suatu praktik hukum. Selain itu, dokumentasi hukum juga memuat rujukan atau sandaran yang menjustifikasi sikap dan pandangan sebagai konsultan hukum.

Namun, dalam penelusuran dokumentasi hukum kerap timbul beberapa persoalan antara lain:

  1. Hanya sedikit literatur yang membahas profesi hukum pada bidang khusus.
  2. Masih perlu dilakukan penelusuran terhadap literatur yang membahas subjek pada lokasi informasi.
  3. Perbedaan sistem hukum yang mengakibatkan kekeliruan mencapai lokasi informasi.
  4. Terdapat berbagai lintas disiplin tentang informasi subjek.

Pengelolaan Dokumentasi Hukum

Pengelolaan dokumentasi hukum boleh dilakukan secara manual maupun menggunakan sistem komputer. Pengelolaan ini bertujuan untuk mempermudah distribusi layanan kepada pengguna yang membutuhkan.

MUST READ  Pak Ratman, Baso, dan Pengabdian

Untuk pengelolaan dokumentasi secara manual, bahan dokumentasi berupa upaya penyediaan keterangan diolah secara sistematis agar mudah ditemukan kembali dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Registrasi ke dalam buku induk.
  2. Melakukan pembidangan hukum.
  3. Membuat daftar inventarisasi peraturan perundang-undangan.
  4. Membuat katalogisasi bahan hukum berupa peraturan perundang-undangan dan buku.
  5. Membuat abstrak buku dan peraturan.
  6. Membuat indeks artikel dan kliping dari media cetak.
  7. Membuat indeks yurisprudensi dan putusan pengadilan.

Dalam perkembangannya, dokumentasi hukum dapat dikelola dengan menerapkan teknologi informasi secara bertahap untuk menyelesaikan persoalan kurangnya sumber daya manusia dan keterbatasan finansial.

Kegunaan Penelusuran dan Dokumentasi Hukum

Hasil penelusuran hukum memberikan banyak manfaat bagi praktisi hukum seperti advokat dan konsultan hukum untuk keperluan peradilan. Hasil penelusuran yang telah terdokumentasi seperti gugatan, kontrak, dan pembelaan juga dibutuhkan oleh klien. Namun, hasil penelusuran berupa dokumentasi tidak sertamerta menyelesaikan masalah yang dihadapi melainkan membantu proses penyelesaian masalah tersebut.

Secara umum, dokumentasi hukum memiliki kegunaan sebagai alat bukti di persidangan. Alat bukti tersebut digunakan untuk membuka kasus, membuktikan sebuah keterangan, dan memeriksa fakta tentang persoalan yang sedang dihadapi.

MUST READ  Susi, Sang Ratu Pantai Selatan

Bagi advokat, penelusuran hukum bisa disampaikan kepada klien agar dapat dipertanggungjawabkan. Advokat juga dapat memberikan penjelasan hasil penelusuran agar tidak ada kesalahan penafsiran oleh klien sendiri.

Dengan demikian, penelusuran dan dokumentasi hukum berkaitan erat dengan profesi advokat. Secara internal, dokumentasi hukum dapat memperkaya wawasan tentang kasus yang sedang dihadapi dan memudahkan mereka menjalankan tugasnya. Secara eksternal, kegunaan dokumentasi hukum tersebut menjadi alat bukti di persidangan dari data-data, informasi, dan sumber yang telah dipilih serta disaring sesuai relevansinya dengan kasus. Maka, dokumentasi hukum dapat dimanfaatkan sebagai alat bukti utama ataupun alat bukti pendukung ketika menyelesaikan sebuah kasus hukum.

Leave a Reply