#TubirIntim Episode 3: Orang – Orang Indonesia Yang Terlibat ISIS

ISIS sebuah “Negara” yang diproklamirkan oleh Abu Bakr al-Baghdadi pada 2014, sempat mengguncang dunia internasional. Kelompok organisasi teroris ini menguasai sebagian dari wilayah Irak dan Suriah yang setara dengan luas wilayah Portugal, dan diduga sempat memiliki asset sebesar USD 2 Milliar.

Pesona dari ISIS juga mengantarkan berbagai warga di dunia, termasuk Indonesia, untuk menyeberang ke wilayah yang dikuasai oleh ISIS. Menurut catatan, setidaknya 41 ribu warga asing “menyeberang” dan menjadi bagian dari ISIS.

AS bersama dengan 70 negara lalu membentuk pasukan koalisi untuk mengalahkan ISIS dan pasukannya. Akhirnya pada 23 Maret 2019, Pasukan SDF mendeklarasikan kemenangan terhadap ISIS. Secara politik, ISIS telah kalah, dan meski sempat diproklamirkan kekhalifahan ISIS, namun tak ada satupun Negara di dunia yang mengakui “Negara” tersebut.

Kekalahan ISIS menyisakan persoalan, setidaknya mengenai keberadaan warga asing yang terlibat dalam gerakan ISIS yang secara internasional dikenal sebagai Foreign Terorists Fighter (FTF). Pemerintah Indonesia sendiri menyebutkan bahwa setidaknya militan ISIS asal Indonesia yang masih ada di Suriah berjumlah 590 orang. Lalu yang sudah tewas sebanyak 103 orang, 86 orang pulang ke Indonesia, 539 orang dideportasi sebelum sampai, dan satu orang berhasil dicegah.

Kontroversi segera merebak selepas Menteri Agama menyatakan bahwa BNPT akan segera memulangkan orang – orang Indonesia yang terlibat dalam ISIS. Namun Menko Polhukam sendiri mengisyaratkan ketidaksetujuannya, karena rencana pemulangan itu dianggap hanya akan membawa masalah baru di Indonesia. BBC sendiri melansir video wawancara dengan anak salah seorang dari orang Indonesia yang terlibat dalam ISIS.

Netizen sendiri terbelah, bahkan dalam menyikapi status kewargaan dari orang – orang Indonesia yang terlibat dalam ISIS tersebut. Salah satu Guru Besar dari Universitas Indonesia menyatakan orang – orang tersebut telah kehilangan kewarganegaraannya. Tak heran jika sebagian netizen menyebut orang – orang Indonesia ini sebagai ISIS ex WNI.

Namun sebagian kecil dari warga Indonesia juga berpendapat sebaliknya. Noor Huda menyatakan bahwa pemerintah sebaiknya mempertimbangkan untuk ‘keep the enemy even closer‘ (lebih dekat dengan musuh). Sementara Sidney Jones juga menyatakan bahwa resiko meninggalkan mereka di kamp-kamp itu lebih besar daripada memulangkan. Tak heran jika sebagian masyarakat masih menyebut mereka sebagai WNI ex ISIS.

Namun, baru – baru ini Presiden telah menegaskan, bahwa orang – orang Indonesia yang terlibat dalam ISIS tidak akan dipulangkan. Namun pemerintah tengah mempertimbangkan anak – anak dibawah usia 10 tahun bisa dipulangkan ke Indonesia.

Dalam #TubirIntim ini akan dibahas dari sisi hukum mengenai kedudukan orang – orang Indonesia yang terlibat dalam FTF dalam hukum Indonesia dan bagaimana hukum seharusnya bersikap dengan orang – orang yang tidak terlibat secara langsung dengan gerakan ISIS.

Leave a Reply