Tentang Non-Profit dan Not-for-Profit

Di Indonesia lebih dikenal soal non profit dan soal profit. Non profit dilekatkan pada organisasi yang bahasa awamnya LSM yang tujuan utamanya tidak mencari keuntungan. Sementara profit ya dilekatkan pada perusahaan, karena watak perusahaan pada dasarnya adalah mencari keuntungan. Tapi konsep soal keuntungan ini agak sedikit, menurut saya ya, mislead. Perbedaan mendasar dari non profit dan profit bukan soal keuntungan, akan tetapi bagaimana keuntungan tersebut digunakan dan  didistribusikan.

Non Profit. Dalam organisasi yang non profit, umumnya memiliki 3 elemen kunci yaitu misi sosial tertentu, kepemilikan (public), dan pendapatan yang ditujukan khusus dan semata – mata untuk memenuhi misi organisasi. Dalam organisasi non profit juga pendanaan didapat dari sumbangan, hibah, dan pendapatan lain yang terkait dengan misi dari organisasi tersebut. Selain itu ada 4 karakteristik penting organisasi non profit yaitu tujuan, kepemilikan, kontrol, dan akuntabilitas.

Namun pada saat ini juga berkembang tipe lain dari organisasi atau korporasi jika menggunakan bahasa RKUHP. Yaitu korporasi yang memiliki struktur yang berbentuk hibrida yang menggabungkan profit dan non profit dalam satu struktur korporasi. Ini bisa berarti perusahaan mendirikan organisasi non profit akan tetapi bisa juga organisasi non profit mendirikan perusahaan – yang profit –  yang terkait dengan core missionnya untuk menghasilkan pendapatan dalam hal mendukung upaya organisasi non profit.

Tipe lain yang sedang berkembang saat ini juga adalah korporasi yang sifatnya social responsible investing. Dalam konteks Indonesia, kita mengenalnya dalam bentuk koperasi.  Saya tidak cukup punya gambaran mengenai bagaimana hal ini berlaku di Indonesia

Nah, bagaimana dengan not-for-profit?

Ini bentuk lain dari korporasi yang juga sedang berkembang mencari bentuknya. Dalam hukum Indonesia, tipe perusahaan berciri not-for-profit ini belum dikenal, tapi sepertinya menurut saya sih di Indonesia bentuk ini lebih dekat ke Yayasan.

Tapi disepakati bahwa ciri khusus karakter korporasi not-for-profit adalah keuntungan yang didapat tidak didistribusikan kepada para pemegang sahamnya namun dikembalikan pada tujuan khusus didirikannya korporasi tersebut yang umumnya memiliki tujuan sosial dimana salah satu contoh tujuannya adalah mengenai pendidikan. Di titik ini, saya sering mendefinisikan organisasi ini sebagai not-for-profit.

Ini sekedar artikel rintisan, saya menunggu feedback, untuk menggenapi pengetahuan yang saya miliki.

Advokat | Criminal Defense Litigator | Contitutional Lawyer

Leave a Reply