Hak Advokat dan Demokrasi Milenial

Awal 2020 merupakan suatu berkat bagi rakyat Indonesia dengan segala kemajuan teknologi, dalam hal ini tidak terlepas dari tujuan pembangunan hukum nasional yaitu mewujudkan kewajiban dan tanggungjawab negara dalam pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia. Dalam hal ini berjalan khusus bagi para Advokat yang bernaung dalam Organisasi Advokat untuk memperoleh hak nya selain kewajibannya sebagai anggota.

Bahwa dalam hal pemenuhan, perlindungan dan penghormatan Hak Asasi Manusia maka dalam proses pemilihan Pemimpin yang akan menjadi payung para Advokat dalam Organisasi Advokat untuk memberikan rasa mewakili dari setiap orang sehingga teknologi dan demokrasi tercapai maka menggunakan metode “OMOV”.

Bahwa kita harus mengetahui dulu dalam hal Istilah One Man One Vote bermakna : Satu orang, satu suara adalah merupakan slogan yang digunakan oleh para pendukung kesetaraan politik (persamaan kedudukan dalam konteks politik), melalui berbagai reformasi pemilihan umum seperti hak pilih universal (universal suffrage), perwakilan proporsional (proportional representation), atau penghapusan pemungutan suara jamak (the elimination of plural voting), kekurangan alokasi, atau persekongkolan (malapportionment, or gerrymandering).

MUST READ  Not Legal Advice: Covid-19 dan Napi Tipikor? (part-2)

Ungkapan One Man One Vote (OMOV) awal mula digunakan oleh Serikat buruh Inggris George Howell dalam pamphlet politik pada tahun 1880, sedangkan di Amerika Serikat menggunakan ungkapan One Person One Vote (OPOV), yang mempunyai prinsip “satu orang, satu suara”. Bahwa di Indonesia sendiri, frase yang sering digunakan yaitu One Man One Vote (OMOV). Konsep ini memberikan hak kepada setiap orang tanpa memandang darimana atau siapa orang-orang tersebut. Semua orang mendapatkan nilai yang sama di dalam suatu lembaga atau organisasi. Pemilu yang bebas dan berasaskan OMOV diadopsi setelah keruntuhan Rezim Orde Baru pada tahun 1998. Karena filosofinya adalah suara rakyat suara Tuhan, “one man one vote”, atau dalam pengertian lain apapun kondisi, status, kualitas dan peranannya di negeri ini semua orang hanya memiliki satu suara untuk memilih Presiden. Prinsip OMOV dalam sistem demokrasi adalah dasar filosofis ‘kekuasaan rakyat’ sebagai wujud kesepakatan bersama untuk menentukan nasib rakyat itu sendiri.

MUST READ  9 Panduan Mudah untuk Lulus Ujian Profesi Advokat (UPA)

Kelebihan dari system satu orang satu suara yaitu merefleksikan demokrasi yang menjunjung kedaulatan di tangan rakyat, menjadi indikator pengukuran partisipasi dan pemahaman politik masyarakat, masyarakat akan mengenal calon pemimpin beserta visi, misi, dan programnya. Melaksanakan prinsip satu orang satu suara membawa konsekwensi pemilihan tidak dapat dilakukan dengan sistem perwakilan.

Bahwa berdasarkan hal tersebut PERADI RBA dengan jelas menyatakan memilih menggunakan satu orang satu suara dengan istilah “One Man One Vote” dan PERADI SAI menggunakan istilah “One Person One Vote“, dimana jelas adanya Advokat mempunyai hak satu suara untuk mencari pemimpin sehingga secara demokrasi, modern dan Milineal tercapai dan meninggalkan proses pelanggaran Hak Asasi Manusia sebagaimana dalam Amandemen UUD 1945 Pasal 28 mengenai kebebasan memilih dan berpendapat.

Oleh karena itu bagaimana dengan para Advokat yang masih terbelenggu dengan cara-cara yang membelenggu Hak Asasi Manusia dimana Advokat adalah Penegak Hukum yang Independen, dengan memberikan pengetahuan kepada para Advokat yang masih terbelenggu dengan pola memilih dengan perwakilan dimana suaranya tidak didengar dan tidak dianggap, sehingga secara nyata tidak mempunyai kebebasan memilih dan berpendapat sebagaimana yang dimaksud dalam UUD 1945.

MUST READ  Soal Syarat Subyektif dan Syarat Obyektif dalam Penahanan

Selain itu pula memberikan pendidikan hukum kepada masyarakat dan para Advokat mengenai kebebasan memilih dan berpendapat dalam mencari pemimpin sebagai korelasi hukum dari Das Sein dan Das Solen adalah Nyata yaitu adanya Pasal 28 UUD 1945 tentang kebebasan berpendapat dan memilih dengan adanya proses “One Man One Vote (OMOV)”

Leave a Reply