(Bukan) Resensi Buku: Membaca 16 Tahun Mahkamah Konstitusi

Mengapa Mahkamah Konstitusi? Mengapa 16 Tahun? dan Mengapa isinya didominasi angka yang bukan pasal? Mungkin itu pertanyaan mayoritas pembaca buku ini, terutama bagi yang mengharapkan ada kajian mendalam secara substansi hukum terhadap keberadaan Mahkamah Konstitusi. Well guys, I am sorry but you might not find it in this book.

Begitu mendapatkan buku ini, sebagai seorang dengan latar belakang hukum yang sedang diberikan amanah sebagai penyelenggara pemilu maka pandangan saya bak computer yang digerakkan oleh ‘ctrl+f” dengan kata kunci ‘Pemilihan Umum’. Perasaan gembira pun muncul ketika mengetahui bahwa ‘Pemilihan Umum’ menjadi bagian dari fokus buku ini. Kita tidak saja menemukan undang – undang apa saja yang pernah diuji, Klasifikasi Pemohon, bentuk kerugian Pemohon, lama putusan, dan bahkan sampai dengan peta atas pendapat berbeda (dissenting opinion) yang dikeluarkan oleh Hakim Konstitusi.

MUST READ  Robin Hood dan Sejarah HAM Dunia

Dan dengan menggunakan data sejak Mahkamah Konstitusi berdiri, maka buku ini membantu kami untuk merunut bagaimana hukum bergerak dari sekedar norma di atas kertas yang dituangkan oleh pembuat undang – undang menjadi sendi – sendi yang menjaga gerak, tidak hanya Negara tapi sampai ke kehidupan di masyarakat dalam hal ini terkait dengan penyelenggaraan pemilihan umum.

Bagi saya pribadi, buku ini bermanfaat tidak saja dari sisi substansi tetapi juga sampai ke hal – hal yang sifatnya teknik hukum. Buku ini semakin menunjukkan signifikannya keberadaan ‘Teknik Hukum’ dimana salah satunya adalah menggabungkan antara ilmu hukum, dengan ilmu statistic yang mungkin tidak banyak disadari oleh banyak pihak. Keberadaannya juga melengkapi tenik – teknik hukum yang lain, seperti cara kompilasi undang – undang, atau seni mediasi, dan banyak lagi lainnya.

MUST READ  Pesan (Tak) Sampai

Terima kasih kepada teman – teman di KoDe Inisiatif yang sudah menyusun buku ini, it helps a lot.

Leave a Reply