Mengenal Lebih Jauh Profesi Akuntan Forensik

Istilah akuntansi forensik mulai dikenal luas di Indonesia sejak terjadinya krisis keuangan tahun 1997. Jejak akuntansi forensik di Indonesia mulai terlihat jelas ketika kasus Bank Bali, dimana Pricewaterhouse Coopers selaku akuntan yang melakukan pemeriksaan pada Bank Bali berhasil menunjukkan sejumlah aliran dana dari orang-orang tertentu.

Menurut D. Larry Crumbley, editor-in-chief dari Journal of Forensic Accounting (JFA), mengatakan secara sederhana, akuntansi forensik adalah akuntansu yang akurat (cocok) untuk tujuan hukum. Artinya, akuntansi yang dapat bertahan dalam kancah perseteruan selama proses pengadilan, atau dalam proses peninjauan judicial atau administratif.

Pengertian lebih mendalam tentang akuntansi forensik ialah penggunaan keahlian di bidang audit dan akuntansi yang dipadu dengan kemampuan investigatif untuk memecahkan suatu masalah atau sengketa keuangan atau dugaan fraud yang pada akhirnya akan diputuskan oleh pengadilan/arbitrase/tempat penyelesaian perkara lainnya. Selain itu akuntansi forensik juga dapat mencegah dan membatasi cakupan kecurangan, sebagai hasil dari studi.

Prosedur utama dalam akuntansi forensik lebih menekankan pada teknik wawancara yang mendalam dan analisis data, walalupun seringkali menggunakan teknik audit umum seperti pengecekan rekonsiliasi, konfirmasi dan sebagainya. Akuntansi forensik memfokuskan pada segmen tertentu misalnya pemasukan dan pengeluaran yang dicurigai telah terjadi tindak kecurangan atau korupsi baik dari laporan pihak dalam atau orang ketiga (tip off) atau petunjuk terjadinya kecurangan (red flag) dan petunjuk lainnya.

MUST READ  Tips Sukses Mengatur Keuangan Pribadi

Contoh penerapan akuntansi forensik yaitu pada kasus korupsi. Pada dasarnya kasus korupsi adalah sengketa keuangan antara negara melawan warganya yang secara resmi telah ditunjuk untuk mengelola pemerintahan. Persengketaan itu harus diselidiki oleh hakim di pengadilan. Jadi investigasi yang dilakukan oleh para Akuntan di BPKP, BPK, KPK, dan instansi penegak hukum lainnya pada hakikatnya adalah sebagian dari tugas akuntan forensik. Contoh lain missal, perusahaan asuransi menggunakan akuntak forensik untuk mendeteksi kecurangan, dan kantor-kantor hukum menggunakan jasa akuntan forensik untuk mengidentifikasi aset selama perkawinan dalam kasus perceraian.

Akuntan forensik merupakan akuntan yang terdaftar dan bersertifikat akuntan yang telah memperoleh pendidikan tambahan atau sertifikasi sebagai pemeriksa kecurangan atau sebagai seorang akuntan forensik.

Menurut penjelasan Zysman (2002) dalam buku Pendekatan Komprehensif dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia, menyatakan, bahwa terdapat tiga area utama kegiatan seorang akuntan forensik, yaitu:

MUST READ  Macam-Macam Tindak Pidana di Bidang Pertambangan

Dukungan kepada Manajemen

Seorang akuntan forensik dapat menjadi asisten manajemen yang menyajikan suatu review/laporan yang berkaitan dengan kemungkinan terjadinya tidak kecurangan atau tterhadap tindak yang telah terjadi.

Dukungan dalam Proses Hukum

Seorang akuntan forensik dengan keahliannya dalam melakukan analisis keuangan dapat menerapkan ilmunya baik dalam perkara perdata maupun pidana, terutama dalam perkara yang berkaitan dengan fraud. Dalam kaitannya dengan fraud, seorang akuntan forensik biasanya diminta membuktikan bahwa telah terjadi fraud dalam hal transaksi keuangan dan pencatatannya.

Keterangan Ahli

Sebagai seorang ahli, akuntan forensik dapat dimintakan pendapatnya selama masih dalam lingkup keahliannya.

Dalam menjalankan tugasnya menemukan bukti-bukti kecurangan, akuntan forensik seringkali bekerjasama, di antaranya dengan Analitic and Forensic Technology, jasa-jasa yang dikenal sebagai computer forensik; Fraud Risk Manajemen; FCPA Reviews and Investigation, FCPA adalah undang-undang di Amerika Serikat yang memberikan sanksi hukum kepada entitas tertentu atau pelakunya yang menyuap penjabat atau penyelenggaraa negara di luat Amerika Serikat; Anti Money Laundering Services; Whistleblower Hotline; Business Intelligence Service.
?
Membahas tentang profesi Akuntan Forensik tentu tidak dapat dilepaskan dengan disiplin ilmu Akuntansi Forensik. Pada Public Training: Akuntansi Forensik dan Audit Investigasi dalam Pelaporan Keuangan Perusahaan akan dibahas lebih dalam mengenai akuntansi forensik? dan audit investigasi, termasuk teknik-teknik wawancara, mengikuti aliran uang, penyamaran dan penelusuran asset serta langkah-langkah pemulihan kerugian keuangan di perusahaan. selain itu akan diajarkan pula materi terkait kecurangan (fraud) bisnis, penyalahgunaan harta kekayaan, laporan dan pernyataan curang, korupsi, kegagalan pembangunan, penyalahgunaan anggaran, kerusakan lingkungan, penyalahgunaan kekuasaan dan jabatan di perusahaan.

MUST READ  Pastikan Hal-Hal Ini Menjadi Bagian dalam Kontrak Bisnis yang Kamu Buat

Informasi selengkapnya dapat dilihat di sini.

Leave a Reply