Kiat Sukses Menjadi Advokat Yang Sukses (Bagian II)

Sebelum menjadi advokat, salah satu tahap yang harus dilalui adalah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Berdasarkan ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat dan Putusan MK No 95/PUU-XIV/2016, penyelenggaraan PKPA diselenggarakan oleh Organisasi Advokat bekerja sama dengan sekolah atau institusi pendidikan tinggi di bidang hukum yang berakreditasi B.

Karena itu untuk mengikuti PKPA, para calon advokat harus memastikan penyelenggaraan PKPA dilakukan oleh:

    1. Organisasi Advokat
    2. Bekerja sama dengan pendidikan tinggi di bidang hukum yang terakreditasi B

Untuk melihat akreditasi dari suatu lembaga pendidikan tinggi, kita bisa melihatnya melalui situs BAN PT ini. Jadi calon advokat yang akan mengikuti PKPA bisa melakukan penelitian singkat mengenai status akreditasi dari lembaga pendidikan tinggi tersebut.

MUST READ  Blessing in disguise: Virus Corona Harus Jadi Momentum Percepat Penyelamatan Kebijakan (Salah) Narkotika

Lalu bagaimana jika ternyata ada lembaga lain yang bukan organisasi advokat yang menyelenggarakan PKPA?

Mengenai hal ini, UU dan peraturan lainnya tidak mengatur. Artinya sepanjang lembaga tersebut memiliki perjanjian dengan organisasi advokat dan lembaga pendidikan tinggi bidang hukum, maka calon advokat tidak perlu ragu untuk mengikuti PKPA yang diselenggarakan oleh lembaga tersebut.

Lalu bagaimana kurikulumnya?

Ada baiknya pengajar PKPA memang diisi oleh praktisi dan lebih baik lagi jika praktisi yang sekaligus akademisi. Bagaimanapun juga PKPA adalah pendidikan profesi yang penekanannya adalah pada kemampuan praktis sebagai praktisi. Karena itu pendidikan pada PKPA semestinya menekankan pada peningkatan kemampuan praktis sebagai advokat. Dengan begitu apa yang didapat tidak lagi merupakan konsep yang teoritis namun sudah bergerak pada bekal untuk peningkatan kemampuan praktis yang dibutuhkan oleh seorang advokat

Leave a Reply