3 Tantangan pada Berbisnis di e-Commerce yang Penting Kamu Ketahui

Bisnis perdagangan online dewasa ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Apalagi di era revolusi internet seperti saat ini, industri e-Commerce menjadi bintang paling terang yang banyak dijajaki oleh masyarakat. Keuntungan yang ditawarkan dari bisnis e-commerce ini pun cukup menggiurkan. Mulai dari prosedur pembelian/penjualan yang menjadi lebih cepat dan mudah untuk melakukan pencarian barang, biaya operasional rendah dan kualitas layanan lebih baik, pengelolaan bisnisnya cukup mudah, hingga jangkauannya yang jauh lebih luas kepada pelanggan. Pelanggan pun dapat dengan mudah memilih produk dari penyedia yang berbeda tanpa bergerak secara fisik.

Namun, dibalik keuntungan-keuntungan tersebut yang tentunya menarik minat para pelaku bisnis, e-commerce memiliki beberapa tantangan. Tantangan ini akan dihadapi oleh para penggiatnya, tentu saja. Apa saja tantangan-tantangan tersebut?

Logistik
Karakter geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan, pastinya akses untuk menjangkau daerah di luar pulau besar cenderung lebih sulit dan mahal dibanding dengan daratan. Hambatan tersebut tidak bisa terlepas dari kondisi infrastruktur di Indonesia yang belum merata, terutama dari segi kualitas jalan.

MUST READ  Mengenal Sistem Peer to Peer Lending pada Praktik Fintech di Indonesia

Selain itu, dari segi penyedia jasa logistik, keberadaan perusahaan pengiriman dan logistik belum merata di berbagai daerah. Dampaknya, jangkauan pengiriman masih terpusat di kota-kota besar, sehingga sulit saat mengirimkan satu paket ke daerah yang belum terjangkau perusahaan.

Tapi, bukan berarti pengiriman di pulau besar tidak mengalami hambatan. Seiring dengan prioritas pemerintah terhadap pembangunan jalan tol dan jalan layang tentu sangat membantu perkembangan usaha logistik untuk menjangkau daerah-daerah terpencil di Indonesia.

Konsumen
Belanja online memang bukanlah sesuatu yang baru bagi orang Indonesia yang tinggal di kota besar. Namun sebagian masyarakat terutama yang tinggal di daerah terpencil yang masih belum terjangkau internet, belum bisa mengakses dan melakukan belanja online pada e-commerce.
Belum lagi, masalah kepercayaan terhadap pelaku usaha e-commerce. Banyak konsumen yang masih kurang mempercayai situs-situs e-commerce. Selain tentang keamanan dari berbelanja online yang tidak mereka percayai namun juga merchant nya. Kebanyakan konsumen takut ditipu terutama karena kurangnya kredibilitas/reputasi yang diberikan oleh pasar e-commerce yang kemudian semakin memperburuk keadaan.

MUST READ  Susi, Sang Ratu Pantai Selatan

Pelaku usaha
Sebagian orang mungkin menganggap bahwa hukum atau aturan tentang bisnis terkadang menjadikan kendala bagi pelaku usaha untuk meraih untung sebesar-besarnya. Hal ini sedikit banyak adalah benar. Kurangnya pemahaman pelaku usaha para pelaku usaha e-commerce terkait pendirian badan usaha, perlindungan merek perusahaan, penerapan teknologi digital untuk segi layanan hukum, penyusunan kebijakan dan privasi, perjanjian digital, perlindungan konsumen, sistem pendanaan pada startup digital dan lain masih banyak hal teknis lainnya akan menghambat kinerja dari usaha/startup yang sedang dijalankan oleh pelaku usaha tersebut.

Namun tak ada yang tak mungkin dilakukan selama pelaku usaha terus mencoba untuk mempelajari apa yang belum ia kuasai. Maka untuk merespon kondisi tersebut,? ICJR Learning Hub menjawab perlunya pemahaman bagi para pelaku usaha serta praktisi hingga masyarakat umum terkait e-commerce khususnya dari segi hukum dengan menyelenggarakan Public Training: Kupas Tuntas Aspek Hukum dan? pada e-Commerce bagi Pelaku Usaha.

Leave a Reply