3 Sektor Jasa Keuangan yang Menjadi Bagian Perkembangan Fintech di Indonesia

Financial Technology atau biasa dikenal dengan Fintech, merupakan teknologi yang memanfaatkan teknologi internet dan software dalam bentuk layanan keuangan. Proses bisnis yang dapat diselesaikan dengan Fintech meliputi pembayaran, investasi, pembiayaan, asuransi, lintas-proses, dan infrastruktur. Dengan tujuan utama memudahkan, Fintech tidak hanya memudahkan masyarakat melakukan transaksi pembayaran dan semacamnya, tetapi juga mampu mendongkrak ekonomi nasional negara.

Di Indonesia, perkembangan fintech ditandai dengan berbagai inovasi di bidang keuangan kerap dikembangkan melalui Fintech. Inovasi-inovasi tersebut diciptakan oleh berbagai perusahaan start-up dan high-tech yang kian bermunculan di Indonesia. Hal ini membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus membentuk suatu peraturan khusus? untuk mengatur kegiatan transaksi keuangan yang menggunakan financial technology. Pada tahun 2016, OJK mengeluarkan peraturan POJK No. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Peraturan ini kemudian menjadi panduan pelaksanaan bisnis Fintech P2P.

Selain OJK, Bank Indonesia (BI), saat ini juga giat mendorong pertumbuhan usaha jasa berbasis Fintech. Hal ini dilakukan BI dan OJK guna merespon pesatnya perkembangan Fintech di Indonesia. Bisnis Fintech yang berkaitan dengan moneter dan sistem pembayaran diatur dan diawasi BI, sedang OJK berwenang untuk mengatur dan mengawasi bisnis Fintech di luar moneter dan sistem pembayaran.

Pada era perkembangan teknologi dan digitalisasi ini, meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kegiatan di sektor jasa keuangan yang mudah, cepat, dan fleksibel pun memperkuat perkembangan Fintech di Indonesia. Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) juga dituntut untuk menarik serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin modern. Upaya yang dilakukan adaah dengan terus mengembangkan produk inovatif dan menguatkan sistem teknologi dalam bisnis yang dilakukan PUJK. Saat ini, berdasarkan inovasi yang dilakukan oleh PUJK, perkembangan Fintech di Indonesia berkembang pesat di tiga sektor jasa keuangan, yaitu:

MUST READ  Mengenal Makna Ikon Banteng VS Beruang Di Dalam Bursa Saham

Industri Perbankan (Layanan Perbankan Digital / Digital Banking)

Melalui Fintech, sektor perbankan di Indonesia mengembangkan beberapa hal yang dapat mempermudah dan mempercepat transaksi keuangan. Layanan Perbankan Digital atau biasa disebut Digital Banking diartikan sebagai layanan kegiatan perbankan dengan menggunakan sarana elektronik/digital. Layanan ini dapat dilakukan sendiri oleh nasabah untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi perbankan dan penutupan rekening, termasuk memperoleh informasi lain di luar produk perbankan, antara lain saran dan pendapat keuangan, investasi, transaksi e-commerce dan kebutuhan lainnya. Fitur inovasi digital lainnya juga meliputi e-wallet dan uang elektronik yang dapat mengganti budaya masyarakat yang sering membawa uang tunai. Dengan adanya inovasi pada sektor ini, maka nasabah tidak lagi perlu melakukan kegiatan perbankan tertentu dan mempermudah kegiatan perbankannya.

Industri Pembiayaan dan Investasi

Pada sektor pasar modal, beberapa lembaga jasa keuangan sudah melakukan digitalisasi produk-produknya. Digitalisasi ini meliputi proses pencarian informasi, pendaftaran dan pembukaan rekening, hingga pelaporan kegiatan investasi. Pada tahap pendaftaran dan pembukaan rekening efek secara online, konsumen diberikan kemudahan pengisian formulir dengan cepat dan dapat dilakukan di manapun. Kemudian dilanjutkan dengan pengunggahan dokumen yang diperlukan dan pemenuhan prinsip Know Yout Customer (KYC) yang dapat dilakukan melalui media, seperti video call. Keseluruhan proses digitalisasi sektor pasar modal ini akan berujung pada pembuatan rekening efek yang keseluruhannya dilakukan tanpa adanya kunjungan tatap mika antara pihak konsumen dengan perusahaan/lembaga terkait.

MUST READ  Keuntungan Fintech Bagi Pengguna dan Pelaku

Hal yang sama juga terjadi pada sektor pembiayaan, dimana dengan adanya digitalisasi dan pengembangan inovasi produk, perusahaan pembiayaan mulai menyediakan layanan online guna mempercepat proses yang biasanya dihindari konsumen dengan alasan lamanya waktu proses pengajuan kredit secara tradisional (mengunjungi kantor lembaga pembiayaan terkait). Terdapat perusahaan yang mendorong layanan pengajuan kredit hingga pencairan kredit tanpa tatap muka atau dengan kata lain melalui media online.

Industri Asuransi

Kebutuhan masyarakat akan perlindungan risiko atas terjadinya kerugian mulai menjadi hal yang diperhatikan dan menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan makin banyaknya perusahaan asuransi yang berkembang di Indonesia. Dalam memperluas jangkauannya, perusahaan asuransi melakukan pengembangan dan inovasi terkait penjualan produknya dengan menyertakan platform digital sebagai salah satu focus utamanya.

Beberapa perusahaan asuransi menyediakan layanan dari mulai pendaftaran hingga pembelian produk asuransi dilakukan secara online dan tidak perlu mendatangi perusahaan atau agen asuransi. Fitur lainnya yang juga disediakan ialah pengajuan klaim secara online. Konsumen hanya membutuhkan dokumen-dokumen dan bukti-bukti yang diperlukan dalam pengajuan klaim. Dokumen dan bukti untuk pengajuan klaim dapat diunggah melalui platform yang disediakan perusahaan asuransi atau lembaga penjual produk asuransi, biasanya melalui website.
Inovasi dan pengembangan digital dalam industri asuransi juga menyediakan informasi yang memudahkan para pemegang polis asuransi untuk mendapatkan informasi terkait produk asuransi yang digunakannya. Fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi mobile tersebut diantaranya:

    • Informasi mitra-mitra yang dapat diajukan klaimnya;
    • Identifikasi pengguna polis melalui fingerprint;
    • Informasi cakupan dan jenis perlindungan dari produk yang digunakan; dan
    • Informasi mengenai klaim dan lain sebagainya.
MUST READ  Penuhi Syarat Berikut untuk Menjadi Seorang Advokat

Perkembangan Fintech di Indonesia diprediksi akan terus mengalami peningkatan dengan inovasi-inovasi yang terus berkembang di berbagai sektor. Regulasi juga harus bisa turut menyesuaikan guna mengatur dan melinduki pelaku kegiatan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang praktik Fintech hingga diikuti dengan aspek hukum dan strategi menghadapi sengketa dalam sistem keuangan berbasis teknologi informasi dapat diperoleh dengan mengikuti Public Training: Aspek Hukum dan Strategi Menghadapi Sengketa dalam Sistem Keuangan Berbasis Teknologi Informasi (Financial Technology).

Informasi lebih lanjut silakan cek di sini.

Leave a Reply