Tempat Penyeberangan Selain Zebra Cross

Demi keselamatan, menyebranglah di tempat penyebrangan. Itulah salah satu imbauan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat untuk dipatuhi. Umumnya, di setiap jalan utama pasti sudah dibuat jalur untuk menyebrang, yang dikenal dengan nama zebra cross, dan identik dengan garis putih berukuran lebar kira-kira 30 cm, dengan ukuran panjang yang disesuaikan dengan area jalan. Pada area inilah biasanya masyarakat menyebrang jalan.

Selain zebra cross dan jembatan penyebrangan, di Indonesia pun sudah terlihat 5 jenis tempat penyebrangan lainnya lho! Anda tahu apa saja?

  1. Pelican Crossing, bentuknya seperti zebra cross, yaitu garis putih dengan ukuran tertentu yang menempel di aspal jalan. Bedanya, tempat penyebrangan ini dilengkapi dengan tombol pengatur lampu lalu lintas, dan biasanya diberi suara saat menyebrang. Jadi Anda akan diberikan waktu untuk menyebrang, dan ketika Anda menyebrangi jalan, akan terdengar juga bunyi ?tet?tet?tet..? dan jika waktu Anda untuk menyebrang sudah hampir habis, biasanya bunyi ini akan semakin dipercepat. Untuk di luar negeri, selain zebra cross dan pelican cross, ada juga puffin cross dan toucan cross lho. Puffin cross adalah tempat menyebrang serupa dengan pelican cross, hanya saja ada tambahan sensor yang dapat mendeteksi jalur pejalan kaki. Sedangkan toucan cross dilengkapi dengan jalur untuk penyebrangan sepeda.
  2. Zona Selamat Sekolah, umumnya terletak di depan pintu gerbang sekolah. Berbeda dengan zebra cross, pada penyebrangan ini biasanya identik dengan memberikan 1 warna khusus dengan tulisan ?zona selamat sekolah? di dalam area penyebrangan.
  3. Jembatan Penyebrangan Orang, bentuknya sudah pasti berupa jembatan, dan dilengkapi dengan anak tangga serta lantai untuk berjalan kaki. Jalur penyebrangan ini berada jauh di atas permukaan aspal jalan raya, dan ketika orang menyebrang pun tidak akan mengganggu aktivitas kendaraan yang berlalu-lalang. Jembatan ini tentunya akan menghubungkan satu sisi jalan dengan sisi jalan lainnya.
  4. Terowongan Penyebrangan, sesuai dengan namanya, tempat penyebrangan ini berada di bawah jalan raya. Sehingga aktivitas penyebrangan pun tidak akan mengganggu aktivitas lalu lintas, dan tidak membahayakan penyebrangnya. Serupa seperti jembatan penyebrangan, terowongan penyebrangan ini juga akan menghubungkan satu sisi salan dengan sisi jalan lainnya.
  5. Kombinasi JPO dengan Perbelanjaan, jembatan penyebrangan ini dapat Anda lihat di kota Jakarta salah satunya. Dimana ini adalah jembatan penyebrangan, yang juga dapat menghubungan Anda ke pusat perbelanjaan.
MUST READ  Kebiasaan Spoiler Film Yang Memiliki Akibat Hukum

Meskipun sudah ada tempat penyebrangan, prilaku nakal masyarakat tetaplah ada. Tak jarang masih terlihat orang menyebrang sembarangan dan tidak pada jalurnya. Bahkan ada pula yang memilih untuk menerobos lalu lintas padat daripada harus menaiki jembatan penyebrangan lho.

Ironisnya, di beberapa wilayah, memang masih ada area penyebrangan orang yang kurang ramah, salah satunya untuk rekan-rekan disabilitas. Beberapa tempat, memang sudah ada lantai khusus yang dapat digunakan oleh rekan-rekan tunanetra sebagai petunjuk jalan. Namun pada jembatan ataupun terowongan, identik dihiasi dengan anak tangga, dan tentunya ini kurang ramah bagi pengguna kursi roda. Di beberapa stasiun kereta memang sudah terlihat adanya jalur lurus, namun bentuknya terlalu curam dan masih belum ramah jika dilalui oleh pengguna kursi roda.

MUST READ  Hal-Hal yang Tidak Dibahas di Kelas Hukum Pidana  

Mungkin kedepannya pengelolaan area penyebrangan, terutama yang berbentuk jembatan atau terowongan, dibuat lebih ramah lagi. Misalnya dengan adanya jalur berbentuk lurus dan tidak memiliki anak tangga, dan dengan ukuran kemiringan yang tidak curam, agar dapat dilalui oleh pengguna kursi roda. Dengan begitu fasilitas umum ini akan ramah bagi siapa saja penggunanya.

Leave a Reply