Perhatikan Hak Anak dalam Membentuk Karakternya

Anak adalah harta yang paling berhrga bagi orang tua, dan setiap orang tua pasti menginginkan anaknya kelak menjadi orang yang sukses dan bahagia. Menuju jalan kesuksesan, orang tua tentu rela memberikan dukungan pelajaran bagi anak, baik itu pelajaran formal maupun non-formal.

Sejatinya, orang tua akan menyekolahkan anak di tempat yang terbaik, dengan harapan si anak akan mendapatkan pendidikan yang terbaik. Bahkan ada pula yang memberikan pendidikan tambahan berupa bimbingan belajar atau les mata pelajaran tertentu. Tak hanya itu, terkadang anak juga akan difasilitasi dengan pendidikan lainnya, seperti kursus musik, menggambar, menari, atau olahraga. Tujuan mulia dari orang tua yang seperti ini haruslah di puji dan apresiasi.

Sayangnya, tak jarang pula orang tua terlihat memaksakan kehendak. Misalnya si anak diberikan fasilitas les tari. Di tengah perjalanan, anak tersebut terlihat malas dan enggan untuk pergi ke tempat les. Sesekali mungkin karena rasa malas, namun terkadang ucapan orang tua menjadi ancaman bagi anak, salah satunya dengan berkata ?oke, kalau kamu gak mau pergi les, berarti berhenti saja?. Kalimat tersebut memanglah sederhana, dan mungkin saja orang tua tidak bermaksud untuk mengancam anak. Namun tanpa disadari, perkataan tersebut akan menimbulkan ketakutan pada anak, dan anak akan merasa terancam. Yang lebih ekstrim lagi, zaman ini masih saja ada orang tua yang tak ragu memukul atau mencubit anaknya hingga si anak merasa sakit dan menjadi takut.

MUST READ  Masihkah Ingin Pelihara Hewan Buas?

Contoh lain misalnya saat memilih sekolah lanjutan. Beberapa orang tua menginstruksikan anaknya untuk bersekolah di sekolah dengan standar tertentu, padahal anak tersebut menginginkan pendidikan di sekolah lain. Jika anak tersebut mampu lolos pada tahap seleksi, itu adalah hal yang baik. Namun ketika anak tidak menginginkan untuk bersekolah di sana, dan tidak lolos tahap seleksi, ada rasa minder yang timbul pada diri anak. Sebaiknya jika ini terjadi, sebagai orang tua janganlah mengucilkan anak, namun berilah dukungan atas kegagalannya agar semangat anak kembali tumbuh dan percaya diri.

Untuk mencegah hal di atas terjadi, ada baiknya sebagai orang tua mengerti apa yang diinginkan anak, sambil mengarahkan, dan tanpa memaksa. Perhatikan hak anak yang harus Anda penuhi, salah satunya adalah hak mendapatkan informasi. Jika anak menginginkan sesuatu, sebaiknya berikan penjelasan mengenai kekurangan dan kelebihan hal yang mereka inginkan. Kemudian biarkan anak untuk mengambil keputusan mana yang akan mereka jalani. Sembari anak menjalani keputusannya, awasi anak dengan baik, tanpa menakut-nakutinya. Berilah pujian dan nasihat dari perjalanan anak membentuk jati diri. Seringlah ajak anak bicara 4 mata, dan ketahui isi hati anak. Hal ini tentu baik bagi psikologis anak, dan akan berimbas pula saat anak tumbuh dewasa.

MUST READ  Masih Bingung Menulis CV? Mari Kami Tunjukkan Caranya

Jika sedari dini anak diajarkan untuk mandiri dan mejalani keputusannya dengan baik, anak akan berpotensi menjadi seorang pemimpin yang baik. Kenapa? Karena sejak kecil anak sudah diajarkan bagaimana rasanya bertanggung jawab pada keputusan, dan dengan arahan diskusi bersama orang tua.

Leave a Reply