Cara Mudah Mencairkan Saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda

Memutuskan berhenti bekerja bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika Anda tidak memiliki pekerjaan sampingan atau usaha lain. Hal yang harus dipertimbangkan adalah masalah keuangan yang akan Anda hadapi. Ketika bekerja, Anda mendapatkan uang bulanan yang diberikan oleh perusahaan. Namun ketika berhenti bekerja, perusahaan pun akan berhenti mengirimkan Anda uang setiap bulannya.

Bagi Anda yang berhenti bekerja tanpa adanya pilihan pekerjaan lain, sebenarnya Anda dapat membuka usaha. Uangnya dari mana?

Dari potongan gaji Anda yang dibayarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

Tanpa sadar, gaji bulanan Anda akan dipotong beberapa persennya untuk membayarkan pajak dan tunjangan, salah satunya kesehatan dan ketenagakerjaan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ini, diwajibkan bagi perusahaan untuk mendaftarkan setiap karyawannya. Ketika Anda sakit, Anda bisa menggunakan kartu BPJS Kesehatan Anda untuk berobat di tempat yang sudah ditentukan sedari awal pembuatan keanggotaan.

BPJS Ketenagakerjaan terdapat 2 jenis kartu, BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Jaminan Pensiun. Kartu ini dapat Anda gunakan ketika Anda berhenti bekerja atau memasuki masa pensiun. Di dalamnya terdapat hitungan nominal uang yang dapat Anda cairkan, dengan cara:

  1. Daftarkan pencairan Anda dengan mendaftar antrian online di sini, atau untuk lebih memudahkan Anda, gunakan aplikasi BPJSTKU dari smartphone Anda dengan mendownloadnya di google play store
  2. Untuk penggunaan aplikasi, silakan isi data-data diri Anda terlebih dahulu, dengan memasukkan nomor KTP, nomor BPJS Ketenagakerjaan, alamat email, alamat rumah dan kode pos, serta data-data lainnya
  3. Jika data Anda sudah terisi, klik pilihan ?Klaim Saldo JHT?
  4. Klik kolom ?KPJ? dan pilih nomor anggota yang ingin Anda cairkan
  5. Klik kolom ?Aksi? dengan memilih ?Cek Status Klaim? untuk pengecekan status klaim yang sudah Anda lakukan, atau pilih ?Pengajuan Klaim? untuk mengajukan pencairan dana Anda
  6. Nantinya akan muncul kolom ?Jenis Klaim?, dan Anda dapat memilih ?Mencapai Usia Pensiun?, ?Mengundurkan Diri?, atau ?Pemutusan Hubungan Kerja?, dalam hal ini Anda memilih ?Mengundurkan Diri?
  7. Pilih ?Lanjutkan?
  8. Selanjutnya Anda akan diarahkan untuk melampirkan hasil scan atau foto kelengkapan data Anda, seperti KTP, Kartu Keluarga, Kartu BPJS Ketenagakerjaan (bukan Jaminan Pensiun), Parklaring, dan Buku Tabungan
  9. Anda akan diantarkan ke halaman berikutnya untuk menentukan cabang pencairan BPSJ Ketenagakerjaan, Anda dapat memilih cabang terdekat dari lokasi tempat Anda tinggal
  10. Tunggu email masuk dari BPJS Ketenagakerjaan, dan perhatikan tanggal Anda harus datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan, yang tertera di dalam email tersebut, biasanya terletak di bagian bawah email
MUST READ  Pak Ratman, Baso, dan Pengabdian

Jika sudah pada tanggalnya, Anda harus datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan yang Anda pilih untuk melakukan verifikasi data. Jangan sampai Anda salah datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan yang tidak Anda daftarkan. Jangan lupa juga untuk membawa persyaratan kelengkapannya, seperti KTP, Kartu Keluarga, Kartu BPJS Ketenagakerjaan (bukan Jaminan Pensiun), Parklaring, dan Buku Tabungan. Anda harus membawa dokumen asli dan juga fotokopi, jangan lupa untuk membawa keduanya ya!

Biasanya ketika Anda tiba di kantor BPJS Ketenagakerjaan, akan ada petugas di depan pintu masuk yang membantu Anda mengecek kelengkapan dokumen Anda. Jika sudah lengkap, Anda akan diberikan formulir untuk kembali diisi. Siapkan juga materai 6000 sebanyak 1 lembar untuk lembar pengajuan. Ketika sudah selesai mengisi formulir, Anda akan dipersilakan mengambil nomor antrean.

MUST READ  Kewenangan Menghentikan (Penyidikan/Penuntutan) Perkara (SP3) oleh KPK

Nomor antrean Anda akan dipanggil, dan kelengkapan data Anda pun akan dicek kembali oleh petugas BPJS Ketenagakerjaan. Setelah data-data Anda lengkap, Anda dipersilakan pulang dan menunggu proses pencairan. Biasanya petugas akan memberikan informasi, bahwa proses pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan Anda akan berlangsung selama 1 hingga 2 minggu. Namun tidak ada salahnya jika Anda mengecek ATM Anda pada hari ke-3 setelah proses pencairan.

Di dalam aplikasi BPJSTKU ini, Anda juga dapat mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan Anda di setiap bulannya. Sehingga Anda pun dapat mengawasi jumlah iurannya apakah sesuai dengan pendapatan Anda atau tidak. Anda juga dapat memasukkan lebih dari 1 kartu BPJS Ketenagakerjaan Anda, jika sebelumnya Anda pernah bekerja di tempat lain. Untuk pengajuan klaim, Anda bisa mengajukan pencairan semua kartu, dengan mengulang tata cara dari nomor urut 3 dan seterusnya secara satu-persatu. Eitss sebelum mengajukan pencairan, pastikan status kartu BPJS Ketenagakerjaan Anda sudah di non-aktifkan oleh perusahaan ya. Jika salah satunya masih terhitung aktif, dananya pun tidak dapat dicairkan lho.

MUST READ  Kenapa Hukum Pidana Harus Presisi? (Versi Soal Korban Perkosaan)

Penggunaan aplikasi saat ini sudah sangat membantu. Didukung juga dengan kemajuan teknologi yang terjadi di Indonesia. Selain itu, kelebihan pada aplikasi BPJSTKU ini, Anda juga dapat menghitung berapa besaran Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) yang Anda terima.

Pada Jaminan Hari Tua misalnya, upah yang Anda terima adalah Rp 5.000.000,-, dan Anda bekerja selama 15 tahun, dengan saldo awal Rp 0,-. Maka JHT yang akan Anda terima adalah Rp 89.119.861,20,-. Tak hanya itu, Anda juga dapat menghitung simulasi Jaminan Pensiun (JP) yang akan Anda dapatkan.

Nah, ketika pencairan BPJS Ketenagakerjaan Anda berhasil, Anda dapat menggunakan uang tersebut untuk mencukupi kebutuhan Anda sehari-hari, atau menjadikannya sebagai modal untuk membuka usaha. Jadi Anda pun tak perlu pusing ketika memutuskan untuk berhenti bekerja.

Leave a Reply