Penggunaan Tanda Tangan Elektronik di PN Cikarang

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempengaruhi cara hidup, cara bekerja dan cara berhubungan satu dengan yang lain. Sejalan hal itu, Mahkamah Agung pada Laporan Tahunan Mahkamah Agung 2018 mengambil tema ?Era Baru Peradilan Modern Berbasis Teknologi Informasi?. Pengadilan Negeri Cikarang sebagai salah satu pengadilan baru yang diresmikan pada 22 Oktober 2018 juga tidak mau ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi informasi, salah satunya adalah dengan penggunaan tanda tangan elektronik.

Pernah mendengar istilah tanda tangan elektronik? Saat ini Pengadilan Negeri Cikarang telah menggunakan tanda tangan elektronik pada beberapa dokumen resmi yang dikeluarkan. Pada tahap awal ini, dokumen yang telah ditandatangani secara elektronik berupa ijin dan/atau persetujuan penyitaan, ijin dan/atau persetujuan penggeledahan, perpanjangan penahanan baik dari penyidik maupun penuntut umum serta surat keterangan tidak pernah dipidana. Penggunaan tanda tangan elektronik tersebut sejalan pula dengan rencana kerja Pengadilan Negeri Cikarang dalam penerapan manajemen keamanan informasi. (ISO 27001:2013).

Penggunaan tanda tangan elektronik di Pengadilan Negeri Cikarang dimulai dengan membangun sebuah sistem aplikasi yang disebut Sistem Manajemen Dokumen (Document Management System). Dengannya, seluruh dokumen yang nantinya akan ditandatangani secara elektronik, biasanya berupa word. disimpan dan kemudian dirubah menjadi bentuk pdf. untuk selanjutnya dapat ditandatangani secara elektronik. Pada Sistem Manajemen Dokumen itu pula disimpan semua asli dari dokumen elektronik yang telah ditandatangani secara elektronik.

Sedangkan tahapan untuk dapat menggunakan tanda tangan elektronik yang bersertifikasi, dalam hal ini Pengadilan Negeri Cikarang menggunakan sertifikasi elektronik dari Balai Sertifikasi Elektronik (BSRE) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Beberapa langkap dan tahapan harus dilakukan sampai dengan penggunaan tanda tangan elektronik di Pengadilan Negeri Cikarang mendapatkan sertifikasi elektronik tersebut.

Secara garis besar tahapan yang dilakukan adalah, sosialisasi yang dilanjutkan dengan konsultasi awal, pengajuan permohonan penerapan sertifikasi elektronik. Setelah dilakukan analisa kebutuhan kemudian ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama dan dilakukan penyesuaian sistem dan testing penggunaan tanda tangan elektronik. Bantuan serta bimbingan teknis pengguna diberikan oleh BSRE BSSN kepada Pengadilan Negeri Cikarang sampai dengan dapat diterbitkannya sertifikat elektronik.

Sebagai sebuah sistem, dalam perjalanannya, kendala dan hambatan tentu dapat saja terjadi. Mati lampu misalnya, ketika mati lampu dan tidak ada pasokan energi listrik memunculkan hambatan ketika akan melakukan tanda tangan. Monitoring dan bantuan (helpdesk) yang diberikan menjadikan proses pemantauan penerapan berikut informasi dan data dukung untuk memastikan penerapan sertifikasi elektronik berjalan dengan baik. Pada akhirnya dengan audit kepatuhan penggunaan tanda tangan elektronik memastikan sertifikasi elektronik yang diberikan memenuhi standar yang ditentukan.

Dengan sertifikasi elektronik yang diterapkan di Pengadilan Negeri Cikarang, maka tidak saja penggunaan tanda tangan elektronik yang terjamin keamanannya akan tetapi juga meliputi penggunaan Sistem Manajemen Dokumen (Document Management System) itu sendiri. Dengan penerapan tanda tangan elektronik, maka pada setiap cetakan dokumen yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Cikarang menjadi terjamin keaslian dan keakuratan isi didalamnya. Pada dokumen yang ditandatangani secara elektronik yang kemudian dilengkapi dengan QR Code, sehingga apabila terjadi perubahan pada dokumen yang dicetak akan dapat langsung diketahui. Dengan melakukan scan QR code yang terdapat dalam dokumen cetak, maka akan diarahkan ke link untuk dapat melihat asli dokumen elektronik yang tersimpan dalam Manajemen Dokumen (Document Management System). Hal tersebut tentu saja akan dapat meminimalisir terjadinya pemalsuan pada dokumen yang tercetak.

Meskipun saat ini penggunaan tanda tangan elektronik masih terbatas pada beberapa dokumen di bagian Kepaniteraan Pengadilan Negeri Cikarang, ke depan akan diterapkan pula pada dokumen yang terdapat dalam berkas perkara, termasuk dan tidak terbatas pula pada salinan dan putusan pengadilan. Demikian pula nantinya dokumen dan surat menyurat pada bagian Kesekretariatan Pengadilan Negeri Cikarang diharapkan dapat menerapkan tanda tangan elektronik yang tersertifikasi. Dengan demikian seluruh dokumen produk yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Cikarang telah menggunakan tanda tangan elektronik dan tersimpan dalam bentuk dokumen elektronik.

Kiranya bisa bermanfaat. Semoga

Leave a Reply