Pastikan Hal-Hal Ini Menjadi Bagian dalam Kontrak Bisnis yang Kamu Buat

Terdapat banyak hal yang penting untuk diperhatikan dalam merancang sebuah Kontrak Bisnis. Jika lalai dalam menyantumkan beberapa hal secara detail dan jelas, maka dapat menimbulkan celah yang dapat menjerumuskan pihak-pihak menjadi korban penipuan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan Kontrak Bisnis yang dibuat, agar terhindar dari ketidakpastian dalam melakukan hubungan hukum yang terikat dengan Kontrak Bisnis tersebut.

Sebelum masuk ke hal-hal yang sebaiknya diperhatikan dalam penyusunan Kontrak Bisnis, perhatikan juga tujuan yang harus dipenuhi dalam kontrak, yaitu:

  1. Kontrak sebagai media atau piranti yang dapat menunjukkan apakah suatu perjanjian dibuat sesuai dengan syarat-syarat sahnya perjanjian
  2. Kontrak tersebut sengaja dibuat secara tertulis untuk dapat saling memantau di antara para pihak, apakah prestasi telah dijalankan atau bahkan telah terjadi wanprestasi / ingkar janji
  3. Kontrak itu sengaja dibuat sebagai suatu alat bukti bagi mereka yang berkepentingan, sehingga apabila ada pihak yang dirugikan telah memiliki alat bukti untuk mengajukan tuntutan ganti rugi kepada pihak lain
  4. Untuk mengetahui syarat-syarat berlakunya kontrak tersebut
  5. Untuk mengetahui cara-cara yang dipilih untuk menyelesaikan perselisihan dan pilihan domisili hukum yang dipilih bila perselisihan terjadi antara para pihak.

Selanjutnya, guna mencapai tujuan di atas dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka pastikan 12 hal ini dicantumkan dalam Kontrak Bisnis Anda:

Judul Kontrak
Judul Kontrak perlu mengindahkan gambaran hukum yang tegas dan formal, selaras dengan hubungan hukum yang diatur dalam Kontrak Bisnis, serta konsisten dengan seluruh isi bangunan kontrak.

Pembukaan: Tempat dan Waktu Pembuatan Kontrak
Tempat dan waktu dibuatnya kontrak memang bukan merupakan syarat sahnya kontrak, sehingga ketiadaan penyebutan tempat dan waktu tidak membuat kontrak itu menjadi tidak sah. Akan tetapi, karena fungsinya untuk mengatur hubungan sekaligus sebagai alat bukti, maka sebaiknya kontrak juga menerangkan tempat dan waktu dibuatnya kontrak itu.

Subjek Hukum Kontrak
Subjek hukum kontrak merupakan penyebutan para pihak yang terlibat dalam kontrak tersebut. Biasanya penyebutan para pihak akan diganti dengan istilah PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA (komparisi) yang saling berjanji. Kedua pihak jika bersama-sama maka akan disebut PARA PIHAK.

Latar Belakang Kontrak
Pada bagian ini dijelaskan secara resmi hal yang melatarbelakangi diadakannya kontrak. Sebagai contoh pada suatu kontak ?hutang-piutang? bisa saja muncul dari transaksi jual-beli mobil yang cicilannya macet. Pada bagian ini dapat juga diisi dengan klaim-klaim yang menjelaskan keadaan hukum sebelum terjadinya kontrak, sehingga keadaan tersebut bermuara pada kontrak yang akan ditandatangani.

Bentuk Hubungan Hukum
Pasal ini menegaskan inti dari bentuk hubungan hukum PARA PIHAK, apakah bentuknya hubungan jual-beli, sewa menyewa, atau hanya pinjam meminjam biasa.

Hak dan Kewajiban Para Pihak
Pada bagian ini pada prinsipnya merinci lebih lanjut tentang hak dan kewajiban utama PARA PIHAK yang muncul dari pasal tentang ?Bentuk Hubungan Hukum?. Pada bagian ini kembali menegaskan hak dan kewajiban utama yang menjadi substansi kontrak.

Pelaksanaan Hak dan Kewajiban
Pada bagian ini, mengatur bagaimana teknis pelaksanaan ?Bentuk Hubungan Hukum? yang telah ditegaskan dalam pasal-pasal sebelumnya dan bagaimana tat acara penyerahan prestasi.

Force Majeur
Force Majeur atau keadaan memaksa merupakan keadaan dimana seorang yang berkewajiban memenuhi prestasi terhalang untuk melaksanakan prestasinya karena keadaan atau peristiwa yang tidak terduga pada saat dibuatnya kontrak. Keadaan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak yang berkewajiban memenuhi prestasi tersebut, dikarenakan hal tersebut terjadi bukan karena itikad buruk.

Addendum
Addendum merupakan perubahan atau tambahan ketentuan dari kontrak ketika kontrak tersebut telah ditandatangani. Secara hukum, perubahan suatu kontrak yang sedang berjalan masih dapat dilakukan jika para pihak menyepakatinya. Umumnya Addendum lahir karena adanya kebutuhan dari PARA PIHAK dalam melaksanakan kontrak. Secara fisik addendum terpisah dari kontrak utama, namun secara hukum addendum melekat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kontak utama.

Penyelesaian Perselisihan
Pada bagian ini, PARA PIHAK dapat mempertegas tata acara penyelesaian perselisihan jika terjadi hal-hal yang dianggap wanprestasi atau perbuatan melawan hukum terjadi dalam hubungan hukum antara PARA PIHAK. PARA PIHAK dapat menentukan pihak mana yang berwenang menyelesaikan sengketa jika terjadi sengketa di antara PARA PIHAK.

Tanda Tangan
Dengan dibubuhinya tanda tangan, maka PARA PIHAK telah dianggap memberikan kesepakatannya tentang isi kontrak sehingga PARA PIHAK telah terikat secara hukum satu sama lain untuk melaksanakan hak dan kewajiban di antara PARA PIHAK.

Tertarik menguasai contract drafting? Ikuti PublicTraining: Aspek Hukum dalam Pembuatan Kontrak dan Strategi Mitigasi Resiko dalam Berkontrak. Training ini akan membahas terkait penyusunan sebuah kontrak dengan memperhatikan kaidah-kaidah hukum yang diatur dalam peraturan perundang-undangan serta norma dan praktik hukum secara universal. Peserta juga akan mendapatkan pemahaman dan pandangan mengenai tujuan dan bentuk-bentuk perjanjian pendahuluan, struktur, format perjanjian serta aspek-aspek permasalahan materi kontrak serta mengetahui kesalahan yang umum terjadi dalam pembuatan kontrak serta strategi menghindari kesalahan tersebut.

Informasi selengkapnya, klik disini

Leave a Reply