Mengenal Tallin Manual 2.0

Dengan semakin berkembangnya? penggunaan teknologi informasi di masyarakat, banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa terdapat bahaya yang mengintai dalam setiap aktivitas di dunia cyber. Bahaya tersebut tidak hanya membahayakan setiap individu namun bisa juga membahayakan keamanan negara. Pada saat ini di dunia sudah banyak kasus perang dalam ruang cyber (cyberwarfare) yang membuat setiap kementerian pertahanan negara di dunia ?harus bergerak cepat untuk bisa mangatasi permasalahan ini.

Cyberwarfare ?merupakan pengembangan dari perbuatan cybercrime dimana tindakan yang melanggar hukum ini dilakukan dengan memanfaatkan system jaringan elektronik computer sebagai media untuk melakukan ?kejahatan di dalam dunia cyber dengan langsung menyerang system komputer, tindakan/serangan yang? biasa dilakukan yaitu cyber hacking, cracker, cybersabotage dan cyber attack. .

Pengaturan mengenai Cyberwar tidak diatur dalam Konvensi Budapest tahun 2001 tentang Kejahatan dunia cyber, karena konvensi ini secara substansial berkaitan dengan akses / peretasan ilegal, intersepsi, penyalahgunaan perangkat, pemalsuan dan penipuan terkait komputer, pornografi anak, dll. Sampai saat ini, tidak ada hukum internasional yang mengikat instrumen yang meliputi cyberwar.

Meskipun demikian, ?NATO telah membuat sebuah? inisiative untuk? merancang? sebuah dokumen yang? dirancang? oleh 20 ahli hukum ?bekerja sama dengan international committee red cross dan US cyber command di tahun 2009 hingga 2012 yang dibuat di fasilitas Cyber NATO di daerah Tallin, Estonia. ?Hingga dokumen tersebut kemudian akhirnya diresmikan di tahun 2013 dan dipublikasikan oleh Cambridge University press ?dengan nama Tallin Manual 2.0. dokumen ini ?mengatur ?tentang Hukum Internasional yang Berlaku untuk Operasi Cyber dan berisi sebanyak 95 pasal. istilah operasi cyber menurut dokumen Tallin Mannual mengacu pada penggunaan kemampuan cyber (cyberweapons, taktik, dan metode) untuk mencapai tujuan di atau melalui dunia maya, definisi cyberwar tampaknya tidak ditetapkan secara eksplisit

Tallin Manual tidak hanya secara substansial membahas penggunaan kekuatan oleh negara-negara dalam konteks operasi militer, tetapi juga mengkaji aspek-aspek kunci dari hukum internasional publik yang mengatur operasi cyber selama masa damai. Dalam rangka untuk mengatasi serangan cyber dari negara lain, dalam salah satu pasalnya Tallin memperbolehkan sebuah negara untuk membalas tindakan serangan cyber kepada negara yang menyerang terlebih dahulu

Leave a Reply