Mengenal Profesi dan Peran Kurator dalam Kasus Kepailitan

Sudah dengar berita pailitnya salah satu perusahaan teh paling terkenal di Indonesia? Teh ini telah meramaikan banyak cangkir-cangkir di Indonesia, dan kini meramaikan publik dengan status pailit yang disandangnya. Ramainya media masa baik online maupun cetak tentang berita kepailitan perusahaan ini, membuat pembahasannya kian menjadi perhatian masyarakat. Khususnya, mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam kepailitan.

Pada masalah ini, perusahaan ini berperan sebagai debitor atau pihak yang berhutang, dan salah satu bank di Indonesia bertindak sebagai kreditor. Biasanya hanya kedua profesi itulah yang dikenal masyarakat, debitor dan kreditor. Padahal, selain dua pihak itu, ada juga pihak lain yang perannya sangat pentinf, yaitu kurator. Menurut Ricardo Simanjuntak, Ketua Umum Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI), kurator adalah seorang profesional di bidang hukum yang diangkat Pengadilan Niaga untuk melakukan pengurusan dan pemberesan harta pailit. Sehingga kurator ini wajib dilibatkan berdasarkan amanat Undang-Undang.

Lalu siapa yang berhak menunjuk kurator dalam pengurusan pailit? Kurator diusulkan oleh pemohon kepailitan. Akan tetapi dalam bertugas, kurator tidak boleh bertindak semata-mata untuk kepentingan pemohon, melainkan untuk kepentingan harta pailit saja. Jadi kurator harus bersifat netral dan tidak mendahulukan kepentingan salah satu pihak, baik debitor maupun kreditor.

Profesi sebagai kurator ini menjadi menarik ketika sudah mulai membahas fee yang diterima seorang kurator. Untuk setiap kasus kepailitan seorang kurator bisa mendapat hingga 1.8 M. Hal ini dibenarkan oleh Andrey Sitanggang, kurator dari Kantor Hukum Andrey Sitanggang Law Office, yang mengatakan fee kurator ditetapkan per jam, yaitu sekitar Rp 3 juta per jam untuk kurator junior dan Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per jam untuk kurator senior.

Dalam menangani satu kasus pailit, kurator bisa menghabiskan waktu dari 3 sampai 6 bulan, dengan jam kerja 2 sampai 8 jam sehari. Belum lagi fee melalui sistem persentase dari aset yang dibereskan. Mulai kebayang berapa fee yang didapat?

Selain Kurator, banyak juga aspek yang menarik diketahui seputar kepailitan. Mengenal kepailitan sedari awal juga bisa mempersiapkan perusahaan untuk menghindari dan mengetahui konsekuensi-konsekuensi dari status pailit. Namun, banyaknya aspek yang terlibat dalam proses kepailitan membuat masyarakat sulit menjangkau pendalaman mengenai kepailitan. Akan tetapi kurangnya pengetahuan tentang pailit bisa dipangkas, salah satu caranya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan tentang kepailitan.

Dengan mengikuti pelatihan tentang kepailitan, setidaknya perusahaan Anda dapat meminimalisir risiko kepailitan yang akan terjadi. Bahkan jika perusahaan mengalami masa sulit, Anda sudah tahu langkah apa saja yang harus ditempuh, dan bagaimana cara mengatasinya. Sehingga perusahaan Anda tidak ceroboh mengajukan pailit dan malah merugi.

Leave a Reply