Memahami Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan

Dalam kegiatan ekonomi global, ada satu hal yang penting untuk kita ketahui, yakni indeks saham. Setiap negara di dunia memiliki indeks sahamnya masing- masing. Misalnya di Korea, indeks saham yang mereka miliki dikenal dengan nama ?KOSPI?, sedangkan di Jepang dikenal dengan ?Nikkei 225?, sementara itu di Indonesia indeks saham yang diperdagangkan di bursa efek Indonesia (BEI) dikenal dengan nama ?Indeks Harga Saham Gabungan?? (IHSG).

IHSG yaitu angka rata-rata nilai saham yang ada di bursa efek Indonesia (BEI), di bursa efek Indonesia ada beberapa saham (BEI). Saham-saham ini kemudian dikelompokkan ke dalam beberapa sektor misalnya:
? Perbankan,
? Pertambangan,
? Perkebunan,
? Property, dan
? Retail.

Saham-saham tersebut ditransaksikan oleh para sekuritas yang menjadi anggota bursa. Jika kita melihat pergerakan indeks harga saham gabungan, kita sering melihat sebuah grafik yang menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Terkadang pada pergerakannya kita dapat melihat indeks harga sahamnya bergerak naik dan turun, jika grafiknya bergerak naik maka akan menjadi berwarna hijau, dan jika grafiknya bergerak turun maka akan berubah menjadi warna merah. Mengapa hal tersebut bisa terjadi di dalam bursa saham?

IHSG merupakan indeks harga saham yang rentan bergerak oleh berita data ekonomi. Jika pada saat pengumuman pertumbuhan ekonomi yang tidak mencapai target atau menurun, maka hal tersebut dapat mempengaruhi pergerakan indeks harga saham menjadi turun, dan grafiknya akan berubah menjadi merah, yang dikarenakan banyaknya investor yang ingin menghindari kerugian dengan cara menjual saham mereka. Jika aksi jual lebih besar dibandingkan dengan aksi beli maka aktivitas ini akan masuk kedalam kategori ?aksi jual bersih? atau Net Sale.

Sebaliknya jika perekonomian berhasil mencapai target yang diinginkan atau bahkan berhasil melampaui target, maka hal ini akan membuat pergerakan indeks harga saham gabungan bergerak tumbuh/naik menjadi secara signifikan dan grafiknya berubah menjadi warna hijau. Hal ini disebabkan oleh kegiatan para investor yang menaruh uangnya ke pasar modal. Jika aksi beli lebih besar dari pada aksi jual maka hal ini disebut dengan aksi beli bersih atau Net Buy.

Leave a Reply