Sebelum Berprasangka Buruk pada LBH Jakarta

LBH Jakarta didirikan di masa Gubernur Ali Sadikin, dibiayai oleh Pemprov DKI di masa beliau dan sejak awal berkali-kali melawan Pemprov DKI. Almarhum Ali Sadikin menyadari bahwa sebagai gubernur, dia akan mudah tergelincir melakukan kezaliman dan karena itu beliau menyambut baik usulan Adnan Buyung Nasution dkk untuk membuat LBH Jakarta dan membiarkan ormas ini menjadi lawan yang selalu “menghambat” pekerjaan beliau.

Di masa Fauzi Bowo (kalau tidak salah ingat), LBH Jakarta sempat dihentikan pendanaannya. LBH Jakarta sendiri tidak bergantung pada APBD, alias memiliki sumber dana lain. Di salah satu klarifikasi LBH Jakarta mengatakan mereka juga pernah menerima APBD tahun 2015 dan memang tidak setiap tahun menerima bantuan dari APBD.

MUST READ  Sedikit lagi tentang Banjir

LBH Jakarta juga mengritik Anies sejak awal ia menjabat sebagai gubernur tidak silau oleh langkah-langkah Anies macam mengeluarkan “Pergub” yang kesannya menunaikan janji. Saya pernah mengutip kritik mereka terhadap Anies di beberapa status Facebook saya.

Untuk awal tahun ini, LBH Jakarta juga menuntut pemerintah baik pusat maupun daerah (termasuk Anies) untuk bertanggung jawab terhadap korban banjir.

LBH Jakarta selalu mengeluarkan laporan keuangan yang juga diaudit setiap tahun, misalnya keuangan hingga Oktober tahun 2019 lalu diaudit oleh kantor akuntan publik Anderson, Amril & Partners. LBH Jakarta setiap akhir tahun juga mengeluarkan catatan akhir tahun tentang kasus-kasus yang mereka kerjakan. Ringkasan pengeluaran dan penerimaan LBH Jakarta biasanya juga dilampirkan di akhir Catatan Akhir Tahun.

MUST READ  #TubirIntim Episode 2: Class Action dalam Bencana Banjir

LBH Jakarta juga mengeluarkan panduan-panduan advokasi dan buklet tentang hak-hak masyarakat yang sebagian bisa didapat dengan gratis baik di kantor mereka atau dari situs mereka.

Wilayah kasus LBH Jakarta tidak hanya di DKI Jakarta semata tetapi sebagian wilayah Banten dan sebagian wilayah Bandung. Saya sendiri pernah bertemu dan berbincang dengan klien mereka dari wilayah Cibinong untuk kasus pencemaran nama baik sementara putri mereka diserang secara seksual oleh penuntut.

Dan ya, saya adalah salah satu donatur LBH Jakarta dan saya beberapa kali diundang ke acara mereka walau sumbangan saya tak seberapa. Secara pribadi, saya beberapa kali tak sependapat dengan mereka tetapi saya sadar opini mereka yang “ekstrim” adalah demi menjaga hak-hak mereka yang tak punya privilege kelas menengah seperti saya.

Leave a Reply