Ingin Sukses Berinvestasi? Simak Dulu Tahap dan Tips Berikut!

Setujukah Anda jika salah satu kendaraan investasi yang menggiurkan adalah obligasi? Tentunya! Mengapa? Karena keuntungan yang diharapkan investor dari investasi dalam bentuk obligasi adalah peluang untuk mendapatkan tingkat pengembalian (imbal hasil/pendapatan) yang lebih tinggi dari deposito, juga adanya rasa aman dari kemungkinan kehilangan dana investasi akibat kebangkrutan.

Nyatanya, menanamkan investasi di obligasi tidak semudah teori yang dipaparkan di buku-buku, lho. Selain dana atau modal yang dibutuhkan cukup besar, seluk-beluk mengenai obligasi pun terbilang cukup rumit. Tak jauh berbeda dengan investasi saham, investor investasi obligasi harus membeli obligasi melalui broker atau pialang, yang merupakan anggota bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bedanya, jika Anda ingin membeli saham, cukup hanya mencari tahu di Bursa Efek Indonesia (BEI), berbeda dengan obligasi yang transaksi jual belinya tidak dilakukan di BEI.
Obligasi didapatkan dari pihak penerbit yang sepakat melakukan jual beli dengan pembeli, salah satunya pemerintah sebagai salah satu penerbit obligasi. Ketika pemerintah menerbitkan obligasi, investor yang berminat membelinya bisa mendapatkannya di agen penjual. Pembelian lewat agen penjual adalah mekanisme pembelian yang telah ditetapkan pemerintah dan biasanya pemerintah menunjuk bank dan lembaga sekuritas sebagai agen penjual obligasi.

Nah, untuk melakukan investasi obligasi terdapat beberapa tahap beserta tips yang perlu dilakukan supaya tujuan investasi dalam obligasi memberikan hasil yang maksimal dan sesuai dengan rencana. Bagaimana tahapnya?

  1. Membuka rekening

Mengingat investasi obligasi memiliki risiko yang tinggi, Anda harus lebih selektif dalam melakukan pemilihan perusahaan yang akan menjadi tempat saluran dana investasimu. Maka tahap awal yang perlu dilakukan adalah memilih perusahaan sekuritas yang memiliki divisi fixed income yang menangani pembelian dan penjualan obligasi. Informasi mengenai perkembangan dan perdagangan obligasi bisa kamu dapatkan melalui pembukaan rekening. Dengan demikian pergerakan pasar obligasi secara akurat dan up to date juga akan kamu dapatkan.

  1. Memahami dengan baik produk obligasi

Anda disarankan untuk mempelajari setiap instrumen obligasi secara lengkap, agar dapat mengenali jenis investasi dengan baik dan mempermudah dalam mengambil keputusan investasi. Pelajari seluk beluk informasi yang dibutukan mengenai obligasi, baik mengenai investasinya sendiri, potensi risiko yang terkandung, maupun potensi keuntungannya. Anda juga bisa mempelajari instrumen obligasi secara mandiri,? informasi ini juga bisa Anda dapatkan dari bagian riset perusahaan sekuritas, tempat Anda membuka rekening, atau bisa juga melalui internet.

  1. Melakukan analisis

Anda perlu melakukan analisis seperti kupon, jangka waktu, nilai penerbitan, dan peringkat agar keputusan yang diambil sesuai dengan apa yang diinginkan, yaitu kestabilan pendapatan. Pertimbangkan juga latar belakang dari profil penerbit (debitur), dan cari perbandingan antara obligasi sejenis terutama terkait untung rugi dengan mendetail.

  1. Memberikan amanat beli kepada Trader atau Broker

Setelah memperoleh jenis obligasi yang ingin dibeli, Anda dapat memberikan amanat pembelian kepada trader atau broker obligasi yang telah dipilih. Selanjutnya, pihak trader akan melakukan pembelian obligasi sesuai dengan jenis serta harga yang diinginkan.

  1. Mempersiapkan dana investasi

Setelah amanat pembelian diajukan, tentu dana investasi perlu dipersiapkan. Jangan sampai Anda mengalami keterlambatan pembayaran, karena akan mendapatkan penalti. Namun yang perlu diingat, membeli obligasi pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit. Satuan pembelian obligasi biasanya bernilai Rp 1 miliar. Namun, ada juga yang menawarkan satuan bernilai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.

  1. Menyelesaikan pembayaran

Pembayaran dana pembelian obligasi dilakukan melalui transfer ke rekening perusahaan sekuritas yang telah dipilih. Obligasi yang Anda beli akan tercantum dalam rekening perusahaan sekuritas yang tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). Selanjutnya, administrasi pembukuan akan dilakukan oleh bank kustodian perusahaan sekuritas.
Nah, cukup sekian tahapan dan sedikit tips dari kami. Semoga membantu.. Ingat, jangan berhenti sampai di sini risetnya, lakukan riset lagi dari sumber lain dan website lain juga yaa..

Leave a Reply