One Person One Vote for PERADI 1

Sistem pemilihan yang tepat dalam menjawab tantangan zaman diera millenial untuk generasi 4.0. Utamanya untuk Organisasi Profesi Advokat yang mengklaim sebagai Organisasi berbasis intelektual dan integritas serta menyandang Profesi yang Nobille. Satu orang satu suara adalah cerminan demokrasi yang menjadi dasar falsafah dan landasan kita berbangsa dan bertanah air, begitu juga dalam kita berorganisasi profesi, demokrasi setiap anggota dalam suatu Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).

Demokrasi setiap anggota dijamin punya hak suara untuk memilih dan dipilih yang sama adalah Syarat mutlak, equality (persamaan) Hak dan Kewajiban sesuai dg AD/ART PERADI. Sistem delegasi atau perwakilan sangatlah rapuh dan mudah dikendalikan oleh sekelompok orang2 yg mempunyai kekuasaan dan kekuatan uang, dengan hanya memegang kendali Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC setiap Cabang maka para delegator sudah dalam genggaman. Belum lagi sistem pemilihan keterwakilan juga rawan manipulatif data base anggota setiap cabang, dimana cabang yang mendukung akan mendapatkan jatah delegasi yg banyak dengan cara menggelembungkan jumlah anggota cabang, sebaliknya cabang yg tidak mendukung tentu akan diperrsulit dg persyaratan yang berbelit-belit.

MUST READ  PERADI Bersa**

Kita tentu concern bahwa seorang KETUM (Ketua Umum) yang terpilih adalah kehendak anggota karena Prestasi dan mempunyai track record yang baik yang sudah teruji integritas, keilmuan yang mumpuni juga tentu skill leadership yang matang. Bukan seorang Ketua Umum yang pandai berpenampilan, ramah dan senyum tapi berfikiran culas dan licik serta penuh intrik, juga bukan pula atas jenis orang yang berambisi dengan melakukan segala cara (mengubah AD seenaknya tanpa memperhatikan aturan main) menginkan jabatan untuk menguasai pundi-pundi uang dan kekayaan dari organisasi, hal ini sangat merugikan organisasi

Leave a Reply