Harapan Terhadap 15 Tahun Lahirnya PERADI

Siapa yang tidak kenal PERADI. Sejak diberlakukan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat maka sekitar dua puluh bulan sejak diundangkannya UU Advokat atau tanggal 21 Desember 2004 maka sejak itulah PERADI lahir sehingga tepat 21 Desember 2019 adalah 15 tahun lahirnya PERADI.

Tentunya banyak harapan dari Advokat di Indonesia terhadap perkembangan PERADI saat ini. Menurut penulis, setidaknya ada beberapa harapan yang dapat menjadi masukan ataupun saran terhadap PERADI saat ini yaitu:

Pertama, mengedepankan keinginan Anggota agar PERADI bersatu sehingga mengenai sengketa PERADI Grand Slipi Tower dengan PERADI Suara Advokat Indonesia dan PERADI Rumah Bersama Advokat dapat ditimbang kembali agar dapat diselesaikan melalui musyawarah mufakat.

Kedua, apabila musyawarah telah tercapai mufakat maka sebaiknya PERADI memberikan kesempatan kader-kader muda untuk memimpin PERADI. PERADI kedepannya harus menemukan pemimpin ideal yang memenuhi kebutuhan anggotanya dalam lima hal yaitu:

a) Pemimpin tersebut harus mampu menjaga keilmuan para anggotanya di era 4.0 yang saat ini mengedepankan digitalisasi sehingga Pemimpin tersebut harus menciptakan banyak seminar atau pelatihan yang mempermudah anggotanya untuk mengikuti tanpa dibebankan biaya apabila memungkinkan;

b) pemimpin tersebut harus bersinergi dengan para anggotanya agar aktif dalam memberikan masukan-masukan dalam perkembangan ilmu hukum ataupun pembahasan peraturan perundang-undangan dalam era 4.0. Singkatnya, aktif mengkritisi beberapa rancangan undang-undang yang akan hadir di Indonesia seperti Omnibus Law , RUU Ketenagakerjaan, RUU Perlindungan Data Pribadi, RUU KUHP, RUU Ketentuan Perpajakan;

c) Pemimpin tersebut harus mampu mendorong para anggotanya untuk aktif dalam menulis untuk memberikan pengetahuan hukum kepada masyarakat melalui tulisan ataupun advokasi. Sehingga pemimpin tersebut dituntut sudah mahir menulis atau bahkan sudah pernah menerbitkan buku yang memiliki tema hukum atau keahlian hukum dari pemimpin tersebut sebagai bukti kepedulian dalam berbagi pengetahuan hukum kepada khalayak ramai.

d) Pemimpin tersebut mampu mengayomi anggotanya, menampung dan menjawab aspirasi para anggotanya. Sehingga nantinya pemimpin tersebut harus berani membentuk bidang baru dalam kepengurusan yang mengelola informasi terkait organisasi sehingga setiap anggota yang ingin memperoleh informasi terkait perkembangan organisasi dapat berhubungan dengan bidang tersebut demi menjamin transparansi dan kredibilitas dari Pemimpin tersebut kepada anggotanya sebagai bentuk integritas pemimpin tersebut dalam melayani dan berkorban terhadap anggotanya;

e) Pemimpin tersebut harus memiliki program suksesi kepemimpinan untuk calon-calon pemimpin berikutnya dengan cara menciptakan semacam jenjang pendidikan internal jika ingin menjadi Pengurus ataupun Ketua Umum sebagai syarat mutlak yang tentunya harus diusulkan terlebih dahulu dalam Anggaran Dasar organisasi yang merupakan dasar dari segala aturan dalam organisasi tersebut sehingga tidak menimbulkan kesan pemimpin berikutnya adalah warisan semata dan tetap menjaga demokrasi bagi semua anggota. Karena bagaimanapun seorang pemimpin yang hebat, bukanlah pemimpin yang takut orang lain lebih hebat darinya, sehingga berupaya dengan segala cara untuk terus memimpin. Akan tetapi justru harus mampu membangun proses regenerasi untuk melahirkan kepemimpinan hebat berikutnya.

Terakhir, demi mewujudkan sistem Single Bar dalam Organisasi Advokat di Indonesia maka nantinya Pimpinan PERADI harus segera mendorong Pemerintah dan DPR RI selaku pembentuk undang-undang (regulator) untuk menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi yang telah menegaskan bahwa PERADI adalah Wadah Tunggal Organisasi Advokat dalam bentuk revisi Undang-Undang Nomor 18 Tentang Advokat ataupun Peraturan Pemerintah sebagai turunan dari UU tersebut.

PERADI bersatu, Regenerasi PERADI dan Single Bar adalah harapan yang saat ini didambakan oleh Advokat di Indonesia.

Partner di kantor hukum Bireven and Partners, anggota PERADI Grand Slipi Tower, Anggota dan Pengurus Perkumpulan Pengajar dan Praktisi Hukum Ketenagakerjaan Indonesia (P3HKI), Founder WAG Sarjana Hukum , Inisiator Tim Advokat Uji Materiil Permenkumham Paralegal, Inisiator Tim Advokasi Amicus, Inisiator Tim Advokasi Peduli Hukum Indonesia, Inisiator Komunitas Peduli BPJS Kesehatan, Inisiator Komunitas Advokat Pengawal RUU Hukum Pidana, Anggota Tim Advokasi Peduli Penerbangan Indonesia, Anggota Tim Advokasi Peduli Pendidikan Indonesia, Anggota Tim Advokasi Peduli Hukum Maritim Indonesia, Anggota Tim Advokasi Peduli Profesi Advokat Indonesia (TAPPAI)

Leave a Reply