Plus Minus Bonus Demografi Indonesia di Masa Depan

Pada tahun 2045 yang akan datang, proyeksi jumlah penduduk di Indonesia akan mencapai angka 300 juta lebih, hal ini telah disampaikan oleh menteri keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, pada acara Projo Public Lecture. Angka 300 juta penduduk ini memungkinkan sebagian besar penduduknya berada pada generasi muda.

Nantinya, sekitar 70% penduduk Indonesia pada rentang tahun 2020-2045 mendatang akan di dominasi oleh masyarakat yang usianya produktif yakni yang berumur 15-64 tahun. Hal ini merupakan sebuah keuntungan besar bagi Indonesia, jika dibandingkan dengan negara Jepang yang di masa depan penduduknya lebih banyak yang berusia tua. Sehingga Indonesia memiliki tingkat produktivitas yang seharusnya lebih baik daripada Jepang.

Keuntungan dari banyaknya jumlah penduduk di usia yang produktif ini dinamakan dengan bonus demografi. Kedepannya pemerintah Republik Indonesia akan membuat sebuah kebijakan dari keuntungan dari bonus demografi yang dimiliki, salah satunya dengan cara meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia. Sehingga diharapkan kedepannya masyarakat Indonesia bisa menjadi masyrakat yang maju, dan dengan pendapatan perkapita yang tinggi. Hal ini tentu juga harus mendapatkan dukungan infrastruktur yang merata agar dapat mempermudah akses distribusi. Sehingga masyarakat yang berada di pelosok atau di pedalaman dapat berkontribusi juga dalam berpartisipasi memajukan perekonomian Indonesia.

MUST READ  Kenapa Hukum Pidana Harus Presisi? (Versi Soal Gelandangan)

Saat ini kita memang sudah membagi sebutan generasi menjadi generasi X, Y, dan Z, yang digunakan untuk mengelompokkan usia penduduk. Pola kerja generasi milenial yang tidak bisa menetap di satu tempat dan suka berpindah-pindah, menjadi sebuah tantangan baru bagi pemerintah agar dapat memperoleh keuntungan bonus demografi masyarakat generasi muda.
Namun yang perlu kita ingat adalah sesuatu hal yang positif pastinya memiliki dampak negative juga. Bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia pada suatu saat dapat menjadi sebuah permasalahan juga. Salah satunya ada pada sistem pemerintahan yang tidak dapat memperbaiki kualitas pendidikan dan memberikan akses serta sarana berupa lapangan pekerjaan yang cukup, untuk dapat memperkerjakan para generasi yang akan datang.

MUST READ  Pancasila, Pembatasan Konstitusi, dan Arah Reformasi Hukum Pidana

Jika pemerintah gagal untuk mencapai target pembangunan lapangan pekerjaan dan memajukan pendidikan, maka kemungkinan di masa depan akan banyak masyarakat yang tidak mendapatkan pekerjaan. Penyebabnya tentu karena kualitas dan daya saing yang dirasa belum siap, yang disebabkan karena masih rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Kemudian permasalahan berikutnya pada masa yang sama yakni pada tahun 2046 mendatang, menurut masyarakat Indonesia juga akan mengalami aging population yang tumbuh secara pesat. Sehingga pemerintah juga harus mempersiapkan untuk mengatasi masalah ini dan sekaligus juga berusaha agar Indonesia sudah bisa keluar dari middle income trap menjadi negara maju yang berdaulat.

Leave a Reply