Pengaplikasian Sistem E-Court di Indonesia

Sebagai perwujudan dan implementasi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 03 tahun 2018, Mahkamah Agung Republik Indonesia secara resmi telah merilis Aplikasi e-Court, atau Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik. Aplikasi?e-court?merupakan sebuah sistem yang terpusat, artinya aplikasi yang baru beroperasi ini memiliki Data Center yang terintegrasi di Mahkamah Agung RI, dengan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) di Pengadilan Tingkat Pertama. Sehingga tidak perlu? lagi untuk mendownload ?di masing-masing??website?pengadilan Negeri di Indonesia. Nantinya sistem ini secara otomatis akan terkoneksi dengan ?database di masing-masing pengadilan yang telah mengimplementasikan?e-court.

Tujuan diluncurkannya aplikasi?e-court?ini ialah dalam rangka perbaikan indeks kemudahan berusaha (Ease of Doing Bussiness/EODB) di Indonesia, yang salah satu poinnya adalah untuk penyederhanaan acara peradilan.?Selain itu, aplikasi e-court yang baru diresmikan oleh Mahkamah Agung pada tahun 2018 ini bertujuan untuk menyesuaikan tuntutan dan perkembangan teknologi dan informasi, serta dalam rangka mewujudkan? peradilan yang sederhana, cepat, dan berbiaya ringan.
Untuk saat ini pengguna terdaftar baru hanya ditujukan kepada Advokat saja. Nantinya juga akan diatur agar ?perorangan maupun Badan Hukum dapat megakses sistem yang? baru ini.?Untuk mendaftar perkara secara elektronik, Advokat harus terlebih dahulu ?membuat akun??pada aplikasi e-Court?dengan domisili elektronik yang sudah tervalidasi oleh Pengadilan Tinggi di mana advokat tersebut disumpah.

MUST READ  Calon Tunggal di MUNAS PERADI 2020?

Setelah akun? di aktivasi, maka Advokat harus melengkapi data Advokat seperti KTP, Kartu Tanda Anggota Advokat, dan Berita Acara sumpah, dan harus diunggah ke dalam aplikasi?e-court.?Pengguna terdaftar dapat mendaftarkan perkara secara elektronik pada Pengadilan yang telah mengimplementasikan?e-court,?dengan menggunakan 1 akun yang sudah terdaftar dan tervalidasi.?Pendaftaran perkara secara elektronik akan mendapatkan?barcode?dan nomor registrasi online??dan bukan nomor perkara.

E-court?dapat digunakan untuk mengirim dan menerima dokumen persidangan seperti?replik, duplik, kesimpulan dan/atau jawaban. Aplikasi?e-court?juga digunakan untuk pemanggilan secara elektronik?kepada pihak yang telah menyejutui dan kepada penggugat/pemohon yang mendaftar secara elektronik dianggap menyetujui menggunakan saluran elektronik untuk pemanggilan.?Dengan berbekal koneksi internet, aplikasi?e-court?dapat diakses dari mana saja, oleh siapa saja (selama memiliki?akun).

MUST READ  Perhatikan Isi Perjanjian Kerja Sebelum Anda Menandatanganinya

Untuk mendaftar secara elektronik, tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Memahami dan menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum memulai pendaftaran.
  2. Mendaftarkan surat kuasa secara elektronik.
  3. Memasukkan data pihak.
  4. Mengunggah dokumen (surat gugatan, surat kuasadan lain sebagainya).
  5. Mendapatkan?e-SKUM(taksiran panjar biaya perkara).
  6. Mendapatkan nomor pembayaran (Virtual Account) dan menyelesaikan pembayaran secara?online. Dalam hal ini Mahkamah Agung telah bekerjasama dengan Bank-bank BUMN.
  7. Menunggu verifikasi dan registrasi Nomor Perkara dari Pengadilan yang dimohonkan.
  8. Mendapatkan Nomor Perkara.

 

Leave a Reply