Gagal Netral Karena Kang Firman

Jauh sebelum hiruk pikuk pemilihan Ketua IKA FH, saya berencana untuk netral, lebih tepatnya ingin jdi penonton, saya berencana jadi “KPU” saja. Alasannya, saya tidak ingin memihak, maklum seperti prediksi awal saya, yang maju nantinya adalah senior2 dan teman2 saya dulu di kampus, dalam kondisi seperti ini, saya pikir berpihak tidak elok rasanya, karena takut tali silaturahim justru kusut, sudah jarang ketemu, sekalinya berkomunikasi, beda pilihan pulak hehehehe

Tapi rencana saya ambyar total, bukan hanya karena saya akhirnya berkeyakinan, senior2 dan teman2 saya alumni FH Unpad sudahlah pasti dewasa menanggapi pesta demokrasi mini begini, tapi juga karena belakangan saya tau salah satu yang maju adalah Kang Firman Darajat. Ya, namanya mungkin asing di telinga mu, tapi sebentar. Saya akan jelaskan siapa dia.

Kang Firman Darajat, pada siapa pun dirimu bertanya maka jawabannya kurang lebih sama, dikenal sebagai sosok yang sederhana, rendah hati, abang sekaligus teman, pekerja keras dan yang terpenting sosok pelayan. Titik tekannya, saya tak punya beban mendukung beliau, saya harus akui, pesona beliau memaksa saya untuk menulis rangkaian kata ini. Tanpa dia ketahui atau minta.

Lalu pertanyaannya, kenapa saya mendukung Kang Firman? Jawabannya sederhana, karena kalau kita bertemu dan berproses dengan dia, baik nantinya dia menang atau kalah, maka cepat atau lambat, kita akan punya kesimpulan yang sama, orang ini benar-benar pelayan yang sederhana dan ingat yang terbesar di antara kita, harus jadi pelayan.

MUST READ  Kenapa Hukum Pidana Harus Presisi? (Versi Soal Gelandangan)

Bagi saya IKA FH Unpad tidak kekurangan sosok besar, para kandidat yang maju, semua orang hebat. Well, Firman Darajat bukanlah pejabat tenar atau pengacara besar, patron mayoritas anak Hukum di Indonesia. Tapi kalau dirimu berikan dia tanggung jawab, dia tak perlu sumpah jabatan untuk menjalankannya dengan baik. Atau embel2 kemewahan untuk membuat kita hormat. Pun, tak perlu pemilihan IKA FH Unpad untuk menunjukkan cintanya pada almamater.

Saya ingat ketika masih mahasiwa dan dipercaya melayani di BEM FH Unpad, banyak lomba seperti Debat dan MCC yang ada campur tangan Kang Firman, soal akses ke narasumber, para senior, bahkan sampai hal yang biasanya kita anggap utama, seperti pendanaan. Kalau kamu dulu lomba di Pleads, MCS atau ALSA pasti ingat momen kita mendapatkan model pendanaan dari senior di IKA? Salah satu yang paling sering memberikan akses adalah beliau.

MUST READ  Menjunjung HAM Adalah Bagian Penerapan Sila Kedua Pancasila

Atau ingat reuni akbar 2011 atau 2015? Kang Firman, salah satu senior yang paling sering mondar mandir, itu kenapa saya kenal beliau. Kalau kamu ikut reuni terakhir, dan tiba-tiba ada penghargaan untuk peneliti di NGO atau aktivis muda seperti Miko Ginting (Pengajar STHI Jentera) dan Anggara (Direktur Eksekutif ICJR)? Beliau yang pertama kali membisikkan ide itu pada saya, alasannya supaya Alumni FH Unpad tidak hanya soal pejabat, PNS atau Lawyer, tapi juga peneliti dan aktivis hukum, saat itu saya bingung, apa untungnya untuk beliau? Belakangan saya tau, itu sesederhana menghargai semua orang dengan kaca mata berbeda, saya hormat.

Tapi kamu pasti berpikir, lantas, kenapa kamu tidak kenal atau dengar tentang dia? itulah cara Firman Derajat bekerja. Tidak perlu tampil, tak butuh pengakuan, tapi berdampak. Itu adalah sosok Ketua IKA yang akan saya pilih.

Kita perlu sosok yang bisa menyatukan kita semua. Dia, yang bisa menjadi jembatan antara generasi yang lebih senior dengan anak-anak muda. Mendudukkan setara, seorang pejabat, lawyer ibu kota sampai dengan peneliti biasa seperti saya. Hangat bersandau gurau sampai bermain futsal bersama. Saya tak perlu panjang lebar menceritakan siapa dia, nanti kamu akan dengar sendiri cerita-cerita itu bertebaran. Saya jamin, cerita yang kamu dengar adalah cerita tentang pelayan yang rendah hati.

MUST READ  Mengapa PNS membenci Jokowi?

Kalau kamu masih ragu, maka cari tau siapa dia, kontak mereka-mereka yang kenal dengan sosoknya atau bahkan tanya ke Nara atau Sam di kampus, mereka pasti kenal, hehehe.

Lalu, bagaimana kalau kamu sudah punya pilihan? Jangan takut. Hal itu tidak akan merubah hubungan kita, kita masih saudara se-almamater. Dan jangan takut, saya percaya kang Firman akan tetap di sana, tidak beranjak untuk tersenyum melihat saudaranya memimpin dan berkembang. Lagi pula itu kenapa saya memilih beliau, sederhana.

Hormat saya,
Saudara Se-almamater mu 😊

One Reply to “Gagal Netral Karena Kang Firman”

Leave a Reply