5 Vaksin Ini Penting Untuk Perempuan!

Ya, selama ini banyak orang yang masih berpikir bahwa vaksinasi hanya berlaku hanya untuk bayi dan anak-anak saja. Padahal pada keadaan tertentu, orang dewasa juga membutuhkan suntik vaksin ulangan tiap beberapa periode, layanknya vaksin yang diberikan kepada anak. Dengan menerima vaksin tentu saja dapat melindungi diri sendiri dari serangan penyakit dan juga mencegah penyebarannya.

Vaksinasi adalah proses penyuntikan mikro-organisme penyebab penyakit yang telah dilemahkan atau dibunuh ke dalam tubuh Anda, atau penyuntikan protein buatan laboraturium yang mirip dengan mikro-organisme tersebut. hal ini bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga ketika Anda terjangkit virus yang sebenarnya, tubuh Anda sudah siap untuk menangkalnya agar tidak berkembang menjadi penyakit.

Di Indonesia ada 5 jenis vaksin yang wajib diterima semua orang ketika dewasa, yakni hepatitis B, BCG, Polio, MMR, dan DPT. Disamping itu, terkhusus untuk wanita, ada beberapa vaksin yang memang disarankan untuknya, seperti:

  1. Vaksin HPV

Human Papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab kanker serviks. Biasanya jenis virus ini sering didapatkan pada wanita yang memiliki riwayat seksual aktif. Namun pada sebagian besar wanita, infeksi karena HPV tidak berlangsung lama dan tidak semuanya menyebabkan kanker. HPV terdiri dari hampir 40 tipe, lebih kurang 15 tipe berhubungan dengan kanker leher rahim dan kanker di sekitar anus, vulva, dan vagina. Anak perempuan usia 11-13 tahun sebaiknya melakukan imunisasi HPV secara rutin sebanyak 3 dosis, dengan rentang waktu 0, 2 dan 6 bulan. Vaksin HPV tidak dianjurkan bagi wanita hamil. Jika sudah terlanjur diberikan, maka dosis selanjutnya harus ditunda pemberiannya hingga melahirkan. Apabila hendak menikah, vaksinasi sebaiknya dilakukan sejak 6 bulan sebelum menikah.

  1. Vaksin MMR
MUST READ  Anak Hukum Wajib Tahu, Begini Cara Mencari Referensi Penting buat Mahasiswa Hukum

MMR atau Measles (campak), Mumps (gondongan) dan Rubella (campak Jerman) adalah penyakit serius yang menyebabkan ruam, batuk, pilek, iritasi mata, dan demam. Sedangkan Mumps menyebabkan pembengkakan pada kelenjar parotis. Vaksin MMR penting diberikan sebelum menikah (pre-marital). Jika seorang wanita mendapat infeksi rubella saat sedang hamil, maka dia bisa mengalami keguguran atau bayinya dapat menderita kelainan bawaan berat. Penyakit ini menular melalui udara dan vaksin MMR bisa mencegahnya. Biasanya anak-anak akan mendapat dua dosis vaksin MMR, dosis pertama antara usia 12 ? 15 bulan dan untuk dosis kedua dianjurkan antara usia 4 ? 6 tahun. Sedangkan orang dewasa harus mendapatkan vaksin MMR, paling tidak satu dosis vaksin, terutama wanita. Pemberian vaksin ini tidak dianjurkan untuk yang pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap gelatin, antibiotik neomisin, atau terhadap dosis pertama MMR.

  1. Vaksin Varicella

Varicella atau yang dikenal dengan chicken pox alias cacar air, dapat diberikan pada perempuan dengan usia 14 tahun yang belum pernah terkena cacar air. Vaksin varicella juga perlu diberikan pada individu yang akan kontak dekat dengan pasien berisiko tinggi terjadinya komplikasi, misalnya petugas kesehatan dan keluarga yang kontak dengan individu imunokompromais alias yang fungsi sistemnya menurun. Pertimbangkan vaksinasi bagi mereka yang berisiko tinggi terpapar virus varicella, umumnya mereka yang bekerja sebagai pengajar anak-anak, petugas kesehatan, residen serta staf dilingkungan institusi, mahasiswa, wanita usia subur yang belum hamil dan mereka yang sering melakukan perjalanan kerja atau wisata. Vaksinasi terdiri dari 2 dosis yang diberikan 4-8 minggu.

  1. Vaksin Td/Td-Ap
MUST READ  Langkah Aman Mengajukan Cicilan Rumah Impian

Vaksin Td/Td-Ap alias Tetanus, Diphteria dan Acellular Pertusis adalah vaksin yang sebelumnya dikenal dengan istilah DPT. Disamping vaksin HPV, vaksin Td/Td-Ap ini merupakan vaksin yang paling sering diberikan pada wanita saat pre-marital. Biasanya vaksin ini sudah diberikan sejak kecil karena masuk program wajib. Vaksin Td-Ap bisa mencegah Anda terserang penyakit difteri, tetanus dan pertusis atau batuk rejan. Vaksin Td-Ap hanya diberikan sekali seumur hidup, namun disarankan untuk menyuntikkan vaksin penguat tiap 10 tahun sekali untuk mencegah Anda terkena difteri dan tetanus. Vaksin ini merupakan vaksin yang diwajibkan oleh pemerintah sebagai syarat sebelum menikah. Fungsinya untuk memberi kekebalan bagi para wanita dan calon ibu terhadap Tetanus. Penyakit ini dapat membahayakan ibu dan bayinya sehingga pemberian vaksin dapat membantu menjaga kesehatan keduanya.

  1. Vaksin Pneumokokus
MUST READ  Tempat Kerja dan Fasilitas Publik Wajib Sediakan Ruang Menyusui

Vaksin pneumokokus bisa mencegah Anda terkena penyakit keracunan darah, meningitis, dan pneumonia, atau radang paru. Ketiga penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian. Vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegahnya. Ada dua jenis vaksin pneumokokus, yaitu PCV dan PPSV. Vaksin jenis PCV dianjurkan untuk anak-anak yang masih kecil, sedangkan PPSV untuk orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar. Dosis yang disarankan adalah satu dosis saat berusia 19-64 tahun, lalu satu dosis pada usia 65 tahun. Selain PPSV, PCV juga direkomendasikan untuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas atau mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Leave a Reply