Catatan HKI: Ketika Neymar Menggugat “Neymar”

Mereka yang mengikuti perkembangan persepakbolaan dunia tentunya maklum jikalau bintang sepakbola asal Brazil, Neymar, kurang bisa tidur dengan nyenyak beberapa waktu belakangan ini. Namun di tengah beratnya tuduhan yang sedang ia hadapi, setidaknya ada satu kabar yang menggembirakan terkait dengan Hak Kekayaan Intelektual.

European Union General Court per tanggal 19 May 2019 yang baru lalu mengabulkan gugatan Neymar untuk membatalkan suatu Merek Dagang Uni Eropa ?NEYMAR? yang terdaftar atas nama Carlos Moreira, seorang warga Guimar?es, Portugal, untuk jenis-jenis barang ?Pakaian, Alas Kaki, dan Penutup Kepala? yang tergabung di Kelas Barang 25.

Moreira mengajukan permohonan pendaftaran tersebut pada bulan Desember 2017, bersama-sama dengan Merek ?CASILLAS? yang ia daftarkan juga untuk kelas dan jenis barang yang sama. Merek tersebut kemudian berhasil didaftar per April 2013.

Keberadaan ?NEYMAR? sebagai Merek Terdaftar milik Moreira rupanya diketahui oleh sang bintang lapangan bernama lengkap Neymar da Silva Santos J?nior yang lahir pada 5 Februari 1992 itu, yang lantas mengajukan permintaan kepada Cancellation Division, European Union Intellectual Property Office (EUIPO) ? Kantor HKI-nya Uni Eropa ? untuk membatalkan pendaftaran merek tersebut atas dasar itikad tidak baik (bad faith), pada bulan Februari 2016.

Permintaan ini dikabulkan oleh EUIPO yang pada November 2016 menyatakan merek ?NEYMAR? milik Moreira tersebut batal demi hukum. Moreira tidak tinggal diam dan memberikan perlawanan dengan mengajukan banding pada bulan Januari 2017 yang kemudian ditolak oleh EUIPO pada bulan September 2017, sehingga akhirnya Moreira mengajukan gugatan ke EU General Court.

Moreira membantah bahwa ia memiliki itikad tidak baik manakala mengajukan permohonan pendaftaran merek di tahun 2012 dengan motif semata-mata guna mendompleng dan memanfaatkan keterkenalan Neymar sebagai seorang bintang lapangan hijau. Moreira berargumen bahwa ketika itu Neymar belum lagi menjadi seorang bintang sepakbola terkenal khususnya di Eropa di mana Moreira mendaftarkan mereknya tersebut, karena Neymar sendiri baru mulai bermain di kompetisi Eropa saat pindah dari klub asalnya di Liga Brazil, Santos, ke FC Barcelona di Liga Spanyol pada musim 2013-2014.

Untungnya Pengadilan tidak sependapat dengan argumen Moreira. Neymar sendiri memberikan bukti yang lebih dari cukup bahwa dirinya memang sudah menjadi pemain sepakbola profesional yang sangat dikenal di seluruh dunia dan khususnya di Eropa jauh sebelum ia mulai bermain di kompetisi manapun di benua tersebut. Pengadilan juga menolak mempercayai pembelaan diri Moreira bahwa ia mendaftarkan merek ?NEYMAR? semata-mata karena pertimbangan fonetik dan bukan karena ingin memanfaatkan keterkenalan sang pesepakbola.

Pengadilan juga menyatakan itikad tidak baik dalam pengajuan permohonan pendaftaran suatu merek tetap berlaku meskipun:
(1) si pemohon mengajukan pendaftaran merek tersebut bukan untuk menghalangi pengguna nama yang sama dengan merek tersebut;
(2) si pemohon tidak meneruskan proses yang terkait dengan pendaftaran merek tersebut setelah adanya keberatan; atau
(3) merek yang diajukan belum didaftar atau terdaftar sebagai merek pada saat pengajuan dilakukan.

Karena itulah Pengadilan lalu memutuskan untuk menguatkan putusan sebelumnya dari Cancellation Division dan juga Second Board of Appeal EUIPO yang menyatakan bahwa pendaftaran merek ?NEYMAR? atas nama Carlos Moreira untuk jenis barang ?pakaian, alas kaki dan penutup kepala? di Kelas 25 batal demi hukum karena diajukan dengan itikad tidak baik, yaitu dengan sengaja untuk membangun kesan adanya keterkaitan dengan nama besar sang bintang sepakbola sehingga dapat meraih keuntungan dari hal tersebut.

Putusan ini layak menjadi referensi untuk membuka wawasan mengenai bagaimana ada atau tidaknya itikad tidak baik dalam pendaftaran suatu merek dagang, khususnya bilamana merek dagang yang didaftar tersebut memiliki persamaan dengan nama orang terkenal.

Leave a Reply