Cara Mendaftarkan Akta Kelahiran Anak

Pencatatan kelahiran yang berupa akta kelahiran merupakan suatu kewajiban orangtua untuk mencatatkan kelahiran anaknya secara administratif. Akta Kelahiran adalah Bukti Sah mengenai status dan peristiwa kelahiran seseorang yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Bayi yang dilaporkan kelahirannya akan terdaftar dalam Kartu Keluarga dan diberi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Dasar untuk Memperoleh Pelayanan Masyarakat Lainnya.

Manfaat yang diperoleh dari pendaftaran akta kelahiran yaitu:

  • Identitas Anak
  • Administrasi Kependudukan : KTP dan KK
  • Untuk Keperluan Sekolah
  • Untuk Pendaftaran Pernikahan di KUA
  • Mendaftar Pekerjaan
  • Persyaratan Pembuatan Paspor
  • Untuk Mengurus Hak Ahli Waris
  • Mengurus Asuransi
  • Mengurus Tunjangan Keluarga
  • Mengurus Hak Dana Pensiun
  • Untuk Melaksanakan Ibadah Haji

Pembuatan akta kelahiran dapat dilakukan dengan mudah, akan tetapi karena kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai pembuatan akta kelahiran, menjadikan para orangtua lebih memilih untuk mendaftarkannya lewat perantara orang lain (calo). Pembuatan akta lewat calo tersebut dianggap lebih praktis. Memang pembuatan akta lewat calo hasilnya sama legalnya akan tetapi alangkah lebih hematnya jika dilakukan pendaftaran tersebut dilakukan sendiri. Karena memang beberapa calo mematok harga disetiap pembuatan akta tersebut yang relatif lebih mahal.

Pembuatan akta kelahiran anak tidak sulit kok, cukup bawa persyaratan berikut ini:

  1. Foto copy Akta Nikah, bagi orang tua yang sudah bercerai dengan menggunakan Akta Cerai yang telah dilegalisir KUA, apabila tidak bisa memberikan Surat Akta Nikah atau Itsbat, maka Anak Merupakan Anak Ibu.
  2. Untuk anak yang tidak diketahui asal usulnya persyaratan pembuatan akta harus dilengkapi dengan Surat Keterangan dari Kepolisian (menjelaskan asal usul anak) dan dokter (menjelaskan perkiraan usia anak).
  3. Foto copy Kartu Keluarga yang telah dilegalisir.
  4. Foto copy KTP Ayah dan Ibu, jika usia diatas 17 tahun menggunakan KTP Sendiri.
  5. 2 Orang Saksi Pencatatan Pelaporan Kelahiran berikut foto copy KTP yang Masih Berlaku.
  6. Surat Keterangan Lahir dari Kepala Desa/Lurah, Dokter, Bidan, Rumah Sakit yang disahkan di desa/kelurahan.
  7. Surat Kuasa Bermaterai Rp 6.000,- apabila pencatatan dikuasakan.
  8. Mengisi Formulir Permohonan Pencatatan Kelahiran bermaterai Rp 6.000,-.

Setelah semua persyaratan telah terpenuhi, dapat segera mengurus pembuatan akta kelahiran ke di loket pendaftaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil daerah masing-masing. Selanjutnya petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan melakukan langkah – langkah sebagai berikut:

  1. Penelitian Berkas
  1. Memasukkan Data dalam Komputer
  2. Pengecekan Data dan diparaf oleh Pemeriksa Data
  3. Penandatanganan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
  4. Distempel atau dicap
  5. Penyerahan Akta Kelahiran pada Pemohon

Jika dibandingkan dengan pembuatan akta kelahiran lewat calo, pembuatan akta yang dilakukan sendiri relatif murah karena secara resmi dari negara pembuatan akta kelahiran tersebut gratis. Mengingat banyak manfaat dari pembuatan akta kelahiran, segeralah daftarkan anak Anda untuk mendapatkan akta kelahiran. Karena jika telah melewati 60 hari semenjak kelahiran anak akan dikenakan denda maksimal Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) atau sesuai dengan ketentuan daerah masing-masing.

Leave a Reply