Buat Izin Usaha Baru dengan Online Single Submission (OSS)

Mulai 29 Juni 2018 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan sistem Online Single Submission (OSS) atau Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik sudah dapat memproses izin usaha. Melalui PP Nomor 24 Tahun 2018 yang mengatur tentang pelaksanaan OSS, pemerintah menegaskan bahwa sistem ini juga akan diberlakukan bagi perizinan yang telah diterbitkan sebelum PP ini berlaku dan yang memerlukan perizinan baru untuk mengembangkan usahanya.

Sistem ini memungkinkan investor dan calon investor mengurus izin usaha secara online tanpa dibatasi waktu dan tempat. Selain itu, sistem OSS ini juga memangkas birokrasi panjang dan memakan waktu yang semulanya diberlakukan. Segala bentuk usaha dapat menggunakan sistem OSS mulai dari PT, Firma, CV, hingga UKM.

Sebelum melakukan pembuatan izin usaha melalui OSS, terdapat beberapa prasyarat yang perlu dipenuhi, yaitu:

    1. Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan menginputnya dalam proses pembuatan user-ID. Khusus untuk pelaku usaha berbentuk badan usaha, NIK yang dibutuhkan adalah NIK Penanggung Jawab Badan Usaha
    2. Pelaku usaha badan usaha berbentuk PT, badan usaha yang didirikan oleh yayasan, koperasi, CV, firma, dan persekutuan perdata menyelesaikan proses pengesahan badan usaha di Kementerian Hukum dan HAM melalui AHU Online, sebelum mengakses OSS
    3. Pelaku usaha badan usaha berbentuk perum, perumda, badan hukum lainnya yang dimiliki oleh negara, badan layanan umum, atau lembaga penyiaran menyiapkan dasar hukum pembentukan badan usaha.

Selain itu penting juga mengetahui beberapa hal berikut sebelum mengakses OSS, di antaranya:

    1. Ketentuan mengenai daftar bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal (daftar negative investasi) sebagaimana yang diatur pada Perpres 44 tahun 2016
    2. Kriteria usaha yang masuk ke dalam kategori UMKM sesuai UU UMKM No. 20 Tahun 2008 atau ketentuan peraturan perundang-undangan sektor (Pertanian dan Kelautan Perikanan)
    3. Kriteria Usaha Wajib AMDAL berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 5 Tahun 2012

Setelah memperhatikan hal-hal di atas, selanjutnya adalah prosedur menggunakan OSS:

    1. Membuat user-ID
    2. Log-in sistem OSS dengan menggunakan user-ID
    3. Mengisi data untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB)
    4. Untuk usaha baru: melakukan proses untuk memperoleh izin dasar, izin usaha dan/atau izin komersial atau operasional, berikut dengan komitmennya.

Untuk usaha yang telah berdiri: melanjutkan proses untuk memperoleh izin berusaha (izin usaha dan/atau komersial) baru yang belum dimiliki, memperpanjang izin berusaha yang sudah ada, mengembangkan usaha, mengubah dan/atau memperbarui data perusahaan
Terdapat perbedaan pembuatan izin usaha melalui OSS bagi Badan Usaha dan Perorangan, perbedaan tersebut yaitu:

Badan Usaha
Bagi Badan Usaha harus terlebih dahulu mengurus pengesahan akta pendirian atau perubahan akta melalui AHU online. Knusus untuk perusahaan umum, perusahaan umum daerah, badan hukum lainnya yang dimiliki oleh negara, lembaga penyiaran publik, atau badan layanan umum menggunakan dasar hukum pembentukan, peraturan pemerintah atau peraturan daerah.
Selanjutnya, Badan Usaha melakukan pendaftaran di sistem OSS dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Penanggung Jawab Badan Usaha atau Direktur Utama dan beberapa informasi lainnya pada Form Refistrasi yang tersedia. Dalam hal proses pengurusan perizinan dilakukan oleh pihak lain seperti Konsultan Hukum dan Notaris, maka data yang diisikan ke dalam Form Registrasi adalah data Penanggungjawab Badan Usaha/Perusahaan. Khusus untuk Badan Usaha/Perusahaan disarankan menggunakan email perusahaan untuk aktivasi akun.
Sistem OSS akan mengirimkan 2 (dua) email ke Badan Usaha untuk registrasi dan verifikasi akun OSS. Email verifikasi berisi user-ID dan password ?sementara yang bisa digunakan untuk log-in sistem OSS.

Perorangan
Pelaku usaha perorangan mengakses OSS dengan menginput Nomor Identitas Kependudukan (NIK) dan beberapa informasi lainnya pada Form Registrasi yang tersedia. Kemudian sistem OSS akan mengirimkan 2 (dua) email ke pelaku usaha perorangan untuk registrasi dan verifikasi akun OSS. Email verifikasi berisi user-ID dan password sementara yang bisa digunakan untuk log-in sistem OSS.

Selain hal-hal di atas, masih banyak aspek-aspek lain yang juga perlu diketahui terkait OSS. Mulai dari kerangka dasar hingga aspek-aspek teknis tentang OSS. Melalui Public Discussion tentang OSS yang diselenggarakan oleh ICJR Learning Hub, peserta akan mendapatkan gambaran terperinci tentang aturan hukum hingga mekanisme praktik OSS. Informasi lebih lanjut silakan cek di sini. Bisa juga langsung daftarkan diri Anda mengingat keterbatasan jumlah peserta, klik di sini.

Leave a Reply