Bersiap Jadi Advokat Sekaligus Mediator Tersertifikasi Itu Bisa Banget Sekarang!

Perkiraan Waktu Membaca: 4 menit
5
(2)

Buat sebagian anak hukum, terutama yang tinggal dan menempuh pendidikan di berbagai pusat bisnis di Indonesia, salah satu impiannya adalah menjadi advokat. Tentu bukan sembarang menjadi advokat akan tetapi advokat yang menjungjung tinggi etika sebagai hukum tertinggi dalam menjalankan profesi advokat.

Namun untuk menjadi advokat, salah satu tahapan yang harus ditempuh adalah mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat atau PKPA. PKPA menurut ketentuan hukum yang berlaku saat ini diselenggarakan oleh Organisasi Advokat bekerjasama dengan perguruan tinggi yang fakultas hukumnya atau sekolah tinggi hukum yang minimal terakreditasi di BAN PT adalah B.  Alasannya meskipun yang berhak menyelenggarakan PKPA adalah organisasi advokat namun diperlukan standarisasi pendidikan profesi advokat dengan penekanan pada aspek keahlian dan ketrampilan professional. Karena itu diperlukan standar mutu dan target capaian tingkat keterampilan tertentu di PKPA.

Ada banyak penyelenggara PKPA yang beroperasi saat ini di Indonesia, karena itu kita harus pintar dalam memilih penyelenggara PKPA. Pertama tentu melihat siapa penyelenggara PKPA? Apakah penyelenggara PKPA itu menekankan pada aspek jaminan mutu dan kualitas? Kemudian, kita bisa melihat rekam jejak penyelenggara PKPA dalam menyelenggarakan PKPA.

Kedua faktor harga. Biaya PKPA harus menjadi perhitungan penting. Bagaimanapun juga masih ada dua tahapan lagi setelah PKPA yang juga sama – sama memerlukan biaya, yaitu mengikuti Ujian Profesi Advokat dan juga mengikuti pelantikan dan penyumpahan sebagai advokat. Semua tahapan itu memerlukan biaya yang tidak cukup murah apalagi di situasi krisis ekonomi seperti saat ini.

Ketiga adalah mengenai kurikulum. Meskipun standar kurikulum PKPA relative sama di berbagai penyelenggara PKPA, namun ada beberapa penyelenggara PKPA yang memasukkan materi – materi tambahan sebagai bahan pengayaan bagi para calon advokat.

Terakhir adalah soal dapat bonus tambahan apa saja dari penyelenggara PKPA. Disini kita bicara lagi – lagi mengenai kualitas dan rekam jejak dari penyelenggara PKPA. Buat penyelenggara PKPA yang fokus pada peningkatan kualitas para calon advokat,  maka bonus yang diberikan umumnya terkait dengan keikutsertaan para peserta PKPA dalam berbagai program pelatihan baik dalam remote training ataupun dalam bentuk e learning, tentunya secara gratis – namanya juga bonus.

Nah, aku kasih info baru nih ya. Sampai saat ini belum ada penyelenggara PKPA yang juga menjadi penyelenggara pendidikan mediator bersertifikat. Kan enak, sambil ikut PKPA kita juga bisa menempuh pendidikan mediator yang bersertifikat resmi dari Mahkamah Agung.

Sekarang ini, kamu bisa ikut PKPA dan juga ikut pendidikan mediator serta menempuh ujian sertifikasi mediator. Ini namanya sekali mendayung dua tiga pulau bisa terlampaui.

Biayanya juga sangat terjangkau banget sambil kita meningkatkan kapasitas pribadi dan professional sebagai bagian dari komunitas hukum.

Bagaimana caranya? Gampang banget, saat ini ICJR Learning Hub sedang membuka pendaftaran PKPA dan juga Pendaftaran Pendidikan Mediator Bersertifikat (PMB). Kamu bisa mengikuti salah satu kelasnya ataupun ikut paket kelas PKPA dan juga PMB.

Tunggu apalagi? Kenapa harus melewatkan kesempatan emas untuk menjadi advokat sekaligus menjadi mediator bersertifikat resmi. Segera cek yuk di http://pkpajakarta.com

 

Apakah Bahasan ini Menarik?

Klik untuk memberikan penilaian!

Rata - rata penilaian 5 / 5. Penilaian terhitung: 2

Belum ada penilaian! Berikan penilaian anda untuk bahasan ini.

Karena anda telah memberikan nilai...

Jangan lupa bagikan di media sosial!

Advokat | Criminal Defense Litigator | Contitutional Lawyer

Experienced Researcher with a demonstrated history of working in the legal services industry. Skilled in International Environmental Law, International Law, Sustainable Development, and Corporate Social Responsibility. Strong program and project management professional with a Law Bachelor Degree focused in International Law from Airlangga University Surabaya.

Leave a Reply