Ciri dan Fungsi Pajak yang Kita Bayarkan ke Negara

Salah satu kewajiban sebagai warga negara adalah membayar pajak. Pemerintah dengan slogan ?Orang Bijak, Taat Pajak? mencoba menanamkan kesadaran warga negara untuk tidak mengabaikan pembayaran pajak kepada negara. Berbagai jenis tagihan pajak tentu sudah tidak asing lagi menghiasi kehidupan kita. Mulai dari saat makan direstoran, berbelanja, pajak penghasilan, bumi dan bangunan, kendaraan, dan lain sebagainya.

Pajak sendiri merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperoleh, mendapatkan, atau menghimpun dana dari masyarakat. Dimana dana tersebut kemudian digunakan untuk membiayai kepentingan umum. Secara sederhana, pajak juga dapat diartikan sebagai pungutan wajib atau dipaksakan oleh negara kepada rakyat.

Pada hukum positif Indonesia yang menjadi dasar hukum pemungutan pajak adalah Pasal 23A UUD 1945. Selanjutnya tentang perpajakan negara diatur lebih lanjut pada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU 28/2007). Pasal 1 ayat 1 yang menyatakan pengertian pajak sebagai kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarkan kemakmuran rakyat. Berdasarkan pengertian tersebut, maka pajak memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pajak merupakan kontribusi wajib warga negara
  2. Pajak bersifat memaksa untuk setiap warga negara
  3. Warga negara tidak mendapat imbalan langsung dari apa yang dibayarkannya kepada negara
  4. Penarikan dan pelaksanaannya diatur berdasarkan undang-undang
MUST READ  7 Tips dan Strategi untuk Perusahaan yang memilih punya Mekanisme Kerja Jarak Jauh

Sebagai warga negara atau badan yang turut serta menyisihkan penghasilan untuk memenuhi kewajiban membayar pajak kepada negara, perlu diketahui fungsi-fungsi dari pajak yang kita kumpulkan berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, yaitu:

Fungsi Anggaran (Fungsi Budgeter)

Pajak merupakan sumber pemasukan keuangan negara dengan cara mengumpulkan dana atau uang dari wajib pajak ke kas negara untuk membiayai pembangunan nasional atau pengeluaran negara lainnya. Sehingga fungsi pajak merupakan sumber pendapatan negara yang memiliki tujuan menyeimbangkan pengeluaran negara dengan pendapatan Negara.

Fungsi Mengatur (Fungsi Regulasi)

Pajak merupakan alat untuk melaksanakan atau mengatur kebijakan negara dalam lapangan sosial dan ekonomi. Fungsi mengatur tersebut antara lain:

  • Pajak dapat digunakan untuk menghambat inflasi
  • Pajak dapat digunakan sebagai alat untuk mendorong kegiatan ekspor, seperti pada pajak ekspor barang
  • Pajak dapat memberikan proteksi atau perlindungan terhadap barang produksi dari dalam negeri, contohnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  • Pajak dapat mengatur dan penarik investasi modal yang membantu perekonomian agar semakin produktif
MUST READ  Tips Aman Pada Pinjaman Online

Fungsi Pemerataan (Fungsi Distribusi)

Pajak dapat digunakan untuk menyesuaikan dan menyeimbangkan pembagian pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat.

Fungsi Stabilitasi

Pajak dapat digunakan untuk menstabilkan kondisi dan keadaan perekonomian, seperti: untuk mengatasi inflasi pemerintah menetapkan pajak yang tinggi sehingga uang yang beredar dapat dikurangi. Sedangkan untuk mengatasi kelesuan ekonomi atau deflasi, pemerintah dapat menurunkan pajak, sehingga jumlah uang yang beredar dapat ditambah dan deflasi dapat diatasi.

Leave a Reply