Apakah Ganja Industri (Hemp) diperbolehkan di Indonesia?

Ganja atau tumbuhan yang memiliki nama latin Cannabis Sativa L. merupakan  tumbuhan endemik khas Indonesia yang tumbuh dan telah menyuburkan peradaban sejak 12.000 tahun lamanya. Ganja tumbuh subuh di lahan Indonesia yang agraris, apalagi Aceh. Sebuah kota yang dijuluki sebagai ladang ganja karena disana ganja tumbuh subur, walaupun sering kali di musnahkan, namun tetap saja terdapat tanaman tersebut tumbuh  dengan jumlah yang tidak sedikit. Bukan berarti masyarakat Aceh gemar menanam ganja atau memang sudah profesi mereka sebagai petani ganja, namun hal ini berkaitan dengan cara perkembangbiakan ganja.

Sudah bukan mitos jika masyarakat terdahulu telah mendayagunakan ganja dalam kehidupannya. Nenek moyang lebih menggargai dan menggunakan secara maksimal ciptaan Tuhan daripada ciptaan manusia, karena tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia. Ganja digunakan sebagai rami di kapal-kapal pesiar. Bahkan terdapat sebuah pabrik rami yang mengolah serat ganja terdapat di Aceh dan sampai sekarang masih beroperasi. Namun keberadaannya tidak diketahui karena memang pabrik tersebut masih illegal. Terdapat sebuah bukti bahwa industri ganja masih berlaku di Indonesia dengan adanya pabrik fumayin. Adalah sebuah pakan burung yang menjadi dopping agar menggugah birahi love bird dan sekaligus memacu untuk berkicau. Fumayin dikemas dalam bungkus kecil-kecil dan telah lulus BPOM RI.

Apakah ganja industri dilarang dalam perundang-undangan Indonesia? Sebenarnya hal ini akan terjawab jika kita membedah Peraturan Menteri Perdagangan tahun 2009 dan Single Convention on Narcotic Drugs 1961. Namun sebelum itu mungkin sebagian orang akan bertanya, “Bukankah ganja itu sama saja? Sama-sama bikin mabuk dan dilarang oleh Undang-Undang, mengapa bisa diberdayakan?”. Sekarang sudah era revolusi industry 4.0 dimana dunia berada dalam genggaman. Seluruh informasi dan perkembangan di dunia dapat diamati melalui internet. Sehingga dengan kemudahan akses informasi seperti itu seharusnya sudah tidak ada lagi phobia terhadap ganja. Ganja itu tanaman. Tanaman yang multifungsi. Salah satunya di bidang industri.

Dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI no 39/M-DAG/PER/9/2009 Tentang Ketentuan Impor Limbah Non B3 di bagian Lampiran, tepatnya nomer 22 dengan nomor HS 5301.30.00.00.53.02 dengan uraian barang True Hemp (cannabis sativa L), mentah atau diolah tetapi tidak dipintal, tow dan sisa dari true hemp (termasuk sisa benang dan garneted stock) dan true hemp mentah atau dibusukkan.

Dikutip dari publikasi media.neliti.com, Taufan menjelaskan dalam Single Convention on Narcotic Drugs, tahun 1961 artikel 28 pendayaagunaan ganja untuk medis dan industri diperbolehkan sebatas :

  1. If a Party permits the cultivation of the cannabis plant for the production of cannabis or cannabis resin, it shall apply there to the system of controls as provided in article 23 respecting the control of the opium poppy.
  2. This Convention shall not apply to the cultivation of the cannabis plant exclusively for industrial purposes (fibre and seed) or horticultural purposes.
  3. The Parties shall adopt such measures as may be necessary to prevent the misuse of, and illicit traffic in, the leaves of the cannabis plant.

Arti bebas :

  1. Jika Pihak mengijinkan budidaya tanaman ganja untuk produksi ganja atau getah cannabis , berlaku di sana untuk sistem kontrol sebagaimana diatur dalam pasal 23 mengikuti kontrol opium poppy.
  2. Konvensi ini tidak berlaku untuk budidaya tanaman ganja khusus untuk keperluan industri (serat dan biji) atau tujuan hortikultura.
  3. Para Pihak wajib mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan, dan peredaran gelap, daun tanaman ganja

Dari penjelasan artikel diatas bahwa serat dan biji ganja di perbolehkan khusus untuk keperluan industri dan hortikultura. Aturan pendayagunaan ganja harus mengikuti aturan pendayagunaan opium yang diatur dalam artikel 23. Sampai pada awal abad ke 19, serat ganja dijadikan dasar material pembuatan kertas. Menurut penelitian sebanyak 95% kertas di dunia saat ini di buat dari bubur kayu yang berasal dari pohon-pohon berumur puluhan tahun. Kayu dari pohon dapat dipanen dalam waktu puluhan tahun, sedangkan serat ganja dapat menyuplai 2 sampai 4 kali lebih banyak jumlah bubur kertas karena dapat dipanen dalam waktu 90 sampai 120 hari. (Tim LGN, Hikayat Pohon Ganja: 12000 Tahun Menyuburkan Peradaban Manusia, Jakarta: Kompas Gramedia, 2011, hlm 255)

Kemudian dalam Single Convention on Narcotic Drugs, tahun 1961 artikel 28 pendayaagunaan ganja untuk medis dan industri diperbolehkan sebatas :

  1. If a Party permits the cultivation of the cannabis plant for the production of cannabis or cannabis resin, it shall apply there to the system of controls as provided in article 23 respecting the control of the opium poppy.
  2. This Convention shall not apply to the cultivation of the cannabis plant exclusively for industrial purposes (fibre and seed) or horticultural purposes.
  3. The Parties shall adopt such measures as may be necessary to prevent the misuse of, and illicit traffic in, the leaves of the cannabis plant.

Arti bebas :

  1. Jika Pihak mengijinkan budidaya tanaman ganja untuk produksi ganja atau getah cannabis , berlaku di sana untuk sistem kontrol sebagaimana diatur dalam pasal 23 mengikuti kontrol opium poppy.
  2. Konvensi ini tidak berlaku untuk budidaya tanaman ganja khusus untuk keperluan industri (serat dan biji) atau tujuan hortikultura.
  3. Para Pihak wajib mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan, dan peredaran gelap, daun tanaman ganja

Sedangkan di bidang konstruksi serat ganja dapat menggantikan beton. Hemcrete dibuat dari campuran serat ganja, kaour, pasir, plester, dan semen. Hemcrete atau tradical hemcrete adalah merek dagang beton berbahan hempcrete yang di produksi Lime Technology di Inggris. Beton alternatif ini 7 kali lebih kuat dan 2 kali lebih ringan dibandingkan beton biasa. Kelebihan lainnya adalah, beton hemcrete lebih elastik dan lebih tahan retak dibanding beton biasa.

Kemudian pendayagunaan hemp dengan mengolah biji yang menghasilkan Hemp Seed Oil yang memiliki perbandingan alami dan paling baik dari Omega-3 dan Omega-6 Asam Lemak Esensial, serta Omega-9 GLA. Lemak sehat ini sangat penting karena mereka membawa dan mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh, menetralisir racun, melumasi sendi, dan meningkatkan sirkulasi dan elastisitas jaringan. Beberapa produk yang dihasilkan dari Hemp Seed Oil ini antara lain produk kecantikan, bahan pangan dan berbagai jenis minyak untuk hewan ataupun manusia.

Sehingga dari beberapa fakta yang disebutkan diatas dapat meminimalisir penyebaran mitos penyebab ganja phobia. Ganja selalu dikaitkan dengan hal yang buruk-buruk dan dianggap sebagai barang yang membuat mabuk, bahkan dikutuk sebagai narkotika. Sedangkan di sisi lain terdapat berbagai manfaat jika diolah dengan benar. Berbagai negara telah mendayagunaka keguaan dan kebermanfaatan dari hemp untuk kepentingan industri. Fakta juga mengatakan bahwa perekonomian negara meningkat dari penjualan ganja industri. Disini perlu di tegaskan kembali bahwa ganja memiliki manfaat dan nilai jual yang tinggi jika dibenargunakan. Artinya tidak digunakan dengan asal-asalan dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Daftar Referensi

(https://www.hempandcompany.com/shop/product/organic-hemp-seed-oil-1).

Skripsi M. Taufan Putra Perdana Publikasi media.neliti.com

(Tim LGN, Hikayat Pohon Ganja: 12000 Tahun Menyuburkan Peradaban Manusia, Jakarta: Kompas Gramedia, 2011)

Leave a Reply