Perhatikan Isi Perjanjian Kerja Sebelum Anda Menandatanganinya

Perjanjian adalah? suatu peristiwa dimana seorang atau satu pihak berjanji kepada seorang atau pihak lain atau di mana dua orang atau dua pihak itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal (Pasal 1313 Kitab Undang-undang Hukum Perdata). Banyak kita jumpai jenis-jenis perjanjian ataupun kontrak salah satunya yaitu perjanjian kerja. Pasal 1 angka (14) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa perjanjian kerja adalah perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak.

Perjanjian kerja dibuat secara tertulis atau lisan, berdasarkan pasal 52 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 dijelaskan bahwa perjanjian kerja tersebut dibuat atas dasar:

    1. kesepakatan kedua belah pihak;
    2. kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum;
    3. adanya pekerjaan yang diperjanjikan; dan
    4. pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
MUST READ  Jenis-Jenis Pelanggaran Pemilu Yang Dapat Terjadi Nanti

Pada dasarnya, perjanjian kerja mengatur bagaimana hak dan kewajiban pekerja selama bekerja disuatu tempat tertentu. Perjanjian kerja menjadi bagian yang penting sebelum memulai pekerjaan, maka dari itu bagi para pekerja harus memperhatikan segala isi perjanjian sebelum menandatanganinya.

Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan pekerja sebelum ia menandatangani perjanjian kerja:

    1. Jabatan ataupun posisi dalam bekerja
    2. Jangka waktu berlakunya perjanjian
    3. Lokasi kerja
    4. Rincian besaran upah dan cara pembayarannya
    5. Jam kerja
    6. Jaminan perlindungan pekerja
    7. Hak dan kewajiban
    8. Larangan-larangan

Hal ini penting untuk diperhatikan, pasalnya perjanjian kerja akan menyangkut pada hak dan kewajiban pekerja yang dapat dijadikan dasar untuk mendapatkan perlindungan hukum apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Apabila terdapat isi dari perjanjian yang kiranya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan ataupun tidak memberikan kenyamanan dan keamanan dalam bekerja, pekerja dapat mendiskusikannya kembali karena pada dasarnya setiap orang memiliki kebebasan dalam berkontrak atau pembuatan perjanjian.

Leave a Reply