Ketika Si Juki Keliling Belitung

Masih ada yang nggak kenal si Juki? Kenalan dulu kalau begitu deh ya. Pada awalnya, Si Juki merupakan salah satu karakter dari komik strip yang diunggah di media sosial dan mendapat respon positif dari pembaca dengan lebih dari 400.000 orang menjadi penggemar Juki di Facebook dan lebih dari 500.000 followers di Twitter dan Instagram

Karena respon untuk Si Juki begitu tumpah ruan, tak heran jika Si Juki digandeng oleh Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Indonesia. Seri Perdana dari Si Juki Jalan ? jalan Nusantara: Petualangan di Labuan Bajo sendiri merupakan komik best seller di Gramedia.

Kali ini Kementerian Pariwisata meluncurkan komik yang dibesut dengan judul ?Si Juki Seri Jalan-jalan Nusantara: Petualangan di Belitung” yang diluncurkan pada 21 Juni 2019 yang lalu. Dalam kesempatan peluncuran tersebut, Hiramsyah S. Thaib, selaku Ketua Tim Percepatan 10 Bali Baru Kementerian Pariwisata dan Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata mengatakan, ?Belitung memiliki destinasi pariwisata yang sangat menarik, mulai dari wisata alamnya seperti pantai Tanjung Kelayang, pantai Tanjung Tinggi, serta pantai Burung Mandi sampai dengan landmark ikonik seperti Tugu Batu Satam, Vihara Kwan-Im dan masih banyak lagi.?

MUST READ  Cara Aman Menerbangkan Drone Di Ruang Udara Wilayah Indonesia

Larasati Sedyaningsih selaku person in charge dari Kementerian Pariwisata untuk Tanjung Kelayang ? Belitung menambahkan, ?Belitung juga memiliki kuliner yang tidak kalah menarik. Salah satunya yang diceritakan dalam buku Si Juki ?Petualangan di Belitung? mengenai wisata kuliner di rumah makan Timpu Duluk di Tanjung Pandan, sebuah tempat makan dengan nuansa melayu klasik, dan Kopi Kong Djie.?

Buku ?Si Juki Seri Jalan-jalan Nusantara: Petualangan di Belitung? ini menceritakan perjalanan tokoh Si Juki dan Mang Awung menelusuri Belitung. Dalam cerita di komik tersebut, Si Juki juga mengunjungi objek wisata kreatif yaitu replika sekolah Laskar Pelangi dan Museum Kata Andre Hirata.

 

 

Leave a Reply