7 Langkah Memulai Bisnis Yang Baik

Perkembangan bisnis memang menggiurkan. Banyak brand baru yang muncul di pasar, hingga membuka cabang di beberapa kota di Indonesia. Sebenarnya hal ini sedikit membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memang masyarakat yang konsumtif. Namun sebagai calon pedagang, Anda jangan langsung tergiur dengan keadaan ini. Misalnya saja, brand A muncul di kota Jakarta, dan dalam waktu yang singkat, brand ini langsung banyak pembelinya. Hal ini belum tentu terjadi ketika brand A membuka cabang di kota lain.

Perbedaan ini terjadi berdaarkan banyak faktor, seperti ketersediaan bahan baku dan juga pangsa pasar. Tingkat pendapatan yang rendah, tentu mempengaruhi daya beli yang menjadi rendah juga. Jadi jangan menyamakan nilai suatu usaha di kota satu dengan kota lainnya. Sehingga seorang pengusaha sebaiknya benar-benar memastikan apakah brand A akan laku jika dijual di kota B, C, atau kota-kota lainnya.

Sebelum Anda melakukan usaha, ada 7 hal penting yang harus Anda pikirkan matang-matang agar tidak merugi, yaitu:

  1. Pencarian Informasi

Pastikan Anda sudah mendapatkan informasi yang valid tentang para pihak yang akan terlibat, komoditas produk yang akan diperdagangkan, dan sistem pembayaran yang akan digunakan. Dalam hal ini Anda juga benar-benar harus memastikan besarnya potensi pasar di negara tersebut, jangan sampai produk yang Anda jual tidak laku di luar sana.

  1. Hubungan Komunikasi

Komunikasi yang baik, akan membuahkan hasil yang baik pula. Dengan adanya hubungan komunikasi yang baik akan mempermudah proses pertukaran ide, gagasan, hingga prospek bisnis. Untuk beberapa perusahaan, tak jarang jika Anda menemukan bentuk sandi atau simbol.

  1. Melakukan Evaluasi

Nilai selalu apa yang sudah Anda lakukan. Evaluasi ini bertujuan untuk memperbaiki kekurangan atau kelemahan yang dimiliki, dan akan mengubahnya menjadi keunggulan. Yang paling umum digunakan adalah analisis SWOT.

  1. Membuat Kalkulasi dari Hasil Evaluasi

Berdasarkan data-data yang Anda dapatkan pada tahap evaluasi, amatilah dan perhatikan potensi perusahaan mana yang dapat mendukung tujuan Anda. Hitung dengan baik biaya yang akan dikeluarkan dan juga keuntungan yang akan didapat, sehingga Anda akan menjadi eksportir ataupun importir seperti yang Anda harapkan.

  1. Tahap Negosiasi

Dalam tahap ini, proses tawar-menawar terjadi hingga mencapai kesepakatan. Menndapatkan kata sepakat tentu tidak mudah. Sehingga Anda harus memiliki kemampuan lebih, salah satunya sikap bersahabat. Sikap ini akan membuat rekan Anda merasa nyaman dan tidak tertekan. Sehingga proses negosiasi akan berjalan baik. Selain itu Anda juga harus berpikiran jernih, dan bertutur kata yang sopan. Sikap Anda pun menjadi sorotan, sehingga tunjukkanlah sikap siap bekerjasama dan mampu membuat konsep bersama.

  1. Melakukan Transaksi

Pada tahap ini akan melibatkan banyak pihak, baik pihak langsung maupun tidak langsung, seperti perbankan, lembaga asuransi, bea cukai, dan pajak. Sehingga perhatikan baik-baik proses ini, dan penuhi segala kewajibannya. Jika tak teliti, bisa jadi barang yang Anda inginkan akan hilang atau bahkan tidak dapat dikirim sesuai dengan harapan Anda.

  1. Merealisasikan Rencana

Setelah keenam tahap di atas berjalan dengan baik, tahap terakhir adalah realisasi. Sebelum merealisasikannya, sebaiknya Anda melakukan proses perjanjian jual beli. Sehingga produk yang akan dipasarkan terjamin keamanannya. Jika sudah beres, jangan lupa perhatikan juga jadwal pengiriman. Jangan lupa untuk meminta dokumen negosiasi hasil ekspor dari pihak perbankan ya. Dokumen ini akan menguatkan Anda jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Jika Anda sudah memahami betul 7 langkah di atas, artinya Anda sudah siap melangkah ke dunia bisnis lho. Namun jika Anda belum paham betul, ada baiknya Anda mencari tahu lagi informasinya dengan baik sebelum memutuskan memulai bisnis. Jangan sampai bisnis yang Anda jalankan malah tidak berkembang atau bahkan merugi.

Penulis lepas dan lagi belajar terus soal kehidupan

Leave a Reply