1 Tahun Bahasan: Bermula Dari Kategori Hingga ke Membahas dengan Merdeka

Nggak terasa, bahasan.id pada 10 Juni ini memasuki tahun pertamanya. Masih balita dan masih banyak yang harus dikerjakan untuk bisa menjadi jauh lebih baik. Memasuki 1 tahun ini, saya mau cerita sedikit tentang bagaimana bahasan memulai debutnya

Berawal dari Kategori

Saat itu ICJR mulai mendirikan unit khusus yaitu Pusat Pengetahuan ICJR atau yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai ICJR Learning Hub. ICJR Learning Hub punya situs sendiri yang saat itu (masih) beralamat di learninghub.icjr.or.id. Saya juga mulai mewajibkan beberapa staf yang terlibat dalam ICJR Learning Hub untuk lebih rajin menulis di ICJR Learning Hub. Menulis tentang apa saja yang terkait dengan hukum dan soal – soal lain di masyarakat. Tulisan – tulisan tersebut lalu dikelompokkan dalam satu kategori yang nama kategorinya sedikit gaya “knowledges”. Cukup banyak tulisan yang dihasilkan dan ditaruh dalam kategori tersebut.

Namun lama – lama kami melihat, mulai terjadi perbedaan “rasa” antara ICJR Learning Hub dan berbagai tulisan yang muncul di kategori knowledges tersebut. Kami mulai merasa perlu untuk memisahkan ICJR Learning Hub sebagai platform belajar dengan berbagai tulisan yang dihasilkan oleh staf – staf di ICJR dan sedikit dari kawan – kawan saya.

Kenapa Bahasan?

Saat mulai berpikir untuk memisahkan itu, kami masih mencari – cari nama yang tepat untuk platform baru yang dibuat sebagai user generated content. Maunya sih nama wahananya yang nggak terlampau berbau hukum namun masih cukup serius yang juga bisa dibawa santai.

Setelah bertapa beberapa saat, nama bahasan muncul dan berkelindan begitu saja. Renyah dan enak. Bahas, bahasan, membahas, pembahas, pembahasan. Itu saja yang kepikiran pada saat itu. Ya sudah mulai beli domain dan segala printilannya serta sambil mencari theme yang menarik dan bisa di customized secara sederhana. Saya sadar diri saja, karena tidak pernah belajar teknologi ya, tentu saya harus mencari yang mudah saya pahami dan mengerti

10 Juni 2019

10 Juni 2019, bahasan.id resmi beroperasi. Tanpa ada perayaan ataupun selametan. Ya meluncur saja begitu. Lah mau buat perayaan gimana, lah duitnya saja nggak ada hehehe. Tapi dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bahasan.id meluncur dan menyapa para calon pembacanya.

Iya calon pembaca. Karena pembacanya belum ada. Dan tulisan pertama yang ada waktu itu adalah Kirim Bahasan. Dan sebagai wahana yang diniatkan berbasis pembahas (user) tentu saya paham nggak mudah memperkenalkan bahasan.id.

Mulai 10 Juni 2019, berbagai tulisan yang tidak terkait langsung dengan kegiatan ICJR Learning Hub yang saat itu masih beralamat di learninghub.icjr.or.id lalu dipindahkan ke bahasan.id dan alamat ICJR Learning Hub pun seingat saya, pada saat yang sama, juga mulai berubah ke learninghub.id.

Perkembangan Terkini

Bahasan.id memulai debutnya dengan hanya 5 pembahas dan sekitar 60 bahasan. Saat ini, sudah ada 78 Pembahas yang menempatkan 378 bahasan di bahasan.id. Dari tidak ada pembahasan, saat ini sudah ada 93 pembahasan di berbagai topik bahasan.

Saat pertama kali mulai di Juni 2019, bahasan.id cuma dilirik 1773 kali. Pada akhir 2019, bahasan.id hanya dilihat 53.975 kali. Pada 2020 ini, bahasan.id baru ditengok lebih dari 240.111 kali. Sebagai situs yang dioperasikan dengan prinsip berbiaya rendah, tentu masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami lakukan.

Apa Yang Baru di Bahasan.id

Saat beberapa rekan mulai mempercayakan bahasannya untuk ditampilkan di bahasan.id, ada banyak pertanyaan. Misalnya, bagaimana memunculkan short bio? Atau bisakah ada lebih dari 1 nama pembahas dalam bahasan?

Well, dengan segala keterbatasan, segala permintaan tersebut berhasil kami penuhi. Setiap bahasan akan menampilkan profil dari pembahasnya. Selain itu, jika ada lebih dari 1 pembahas yang berkontribusi dalam sebuah bahasan, maka nama dan profil dari kedua pembahas tersebut dapat ditampilkan.

Apa lagi?

Belum ada lagi sih hehehehe.

Eh sekejap, Ada sih. Kalau diperhatikan, bahasan.id mulai memiliki chat bot sederhana. Namanya Lani. Silahkan disapa ya

Pertanyaan Lain

Beberapa rekan sempat bertanya, kenapa bahasan.id tidak ditransformasikan menjadi bentuk media seperti layaknya media? Saya dengan tegas menjawab tidak. Kami tidak ingin membuat bahasan menjadi media yang disebut pers. Ya biar saja bahasan menjadi media yang non media

Ada juga yang bertanya atau lebih tepatnya menyampaikan jika ia ingin bahasan memberi ruang terhadap persoalan – persoalan perempuan. Kalau ini, kami ingin tegaskan bahwa bahasan.id akan memberi ruang terhadap persoalan – persoalan perempuan termasuk persoalan – persoalan kelompok rentan. Sepanjang memang ada pembahas yang membahasnya. Lagipula kredo dari bahasan.id kan memang “membahas dengan merdeka”.

Nah kira – kira begitu. Sekali lagi, terima kasih yang sudah meluangkan waktunya mampir dan membahas di bahasan.id

Advokat | Criminal Defense Litigator | Contitutional Lawyer

Leave a Reply